Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Cok Ace Serukan Wisatawan Unggah Kesan Positif tentang Bali

Jumat 22 Nov 2019 07:00 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Wisatawan lokal dan asing menikmati panorama sunset di Pantai Uluwatu, Bali, Ahad (12/10/2019).

Wisatawan lokal dan asing menikmati panorama sunset di Pantai Uluwatu, Bali, Ahad (12/10/2019).

Foto: Antara/Risky Andrianto
Wisatawan diserukan untuk mengunggah foto dan video kesan positif tentang Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengimbau seluruh wisatawan agar mengunggah foto atau video di media sosial mengenai citra positif selama mereka berlibur di Pulau Dewata. Hal tersebut ia sampaikan untuk menangkal pemberitaan media wisata asal Amerika Serikat, Fodor's Travel, yang memasukkan Bali dan Pulau Komodo dalam "No List 2020".

"Citra Bali yang positif itu seperti pantai yang yang bersih, lingkungan yang masih asri, taman hotel yang ditata dengan baik," kata Wagub Bali yang akrab dipanggil Cok Ace dalam surat tertulis yang diterima Antara.

Selain itu, Cok Ace juga memberi contoh soal masyarakat Bali yang ramah serta kearifan lokal lainnya. Ia sangat mengharapkan dukungan dari seluruh pelaku industri pariwisata untuk mengimbau seluruh tamu agar mengunggah foto atau video mengenai citra positif Bali, yang disampaikan secara resmi dalam surat bernomor 556/4386/II/Dispar tersebut.

photo
Wisatawan berselancar di Pantai Kuta, Badung, Bali, Kamis (24/10/2019).
"Pemberitaan media asing yang mencantumkan Bali dalam daftar destinasi untuk tidak dikunjungi, tentu akan membawa dampak yang kurang baik bagi citra pariwisata Bali," ucap Cok Ace yang juga Ketua PHRI Bali itu.

Cok Ace berharap dengan unggahan positif di berbagai media sosial milik para wisatawan selama berlibur di Bali, citra positif pariwisata Bali dapat bertahan dan bahkan bisa meningkat. Sementara itu, pengurus asosiasi profesi pimpinan hotel Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali Chapter juga mengajak para pemangku kepentingan untuk tetap bersatu menjadi destinasi wisata demi mempertahankan branding Bali lebih mendunia, apalagi di tengah adanya pemberitaan yang menyudutkan Bali.

Ketua DPD IHGMA Bali I Nyoman Astama menilai informasi yang disampaikan Fodor's Travel berisi pernyataan tendensius yang hanya membuat satu kesimpulan dari suatu kejadian yang dialami. Menurutnya, pemberitaan itu tidak bisa dilepaskan dari persaingan destinasi atau bisa juga disebut sebagai "berita pesanan" untuk mendiskreditkan Bali.

"Kami menyadari tantangan yang dihadapi Bali sebagai destinasi pariwisata populer di dunia dan upaya-upaya Pemerintah Bali dan komponen masyarakat Bali dalam mencari solusi untuk mengatasi tantangan yang ada harus diapresiasi," ujar Astama.

Wakil Ketua Umum DPP IHGMA yang juga Wakil Ketua I IHGMA Bali I Made Ramia Adnyana mengatakan, dengan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali selalu meningkat dari tahun ke tahun. Fakta itu bisa menjadi indikator bahwa destinasi ini masih diminati.

Menurut Ramia, penilaian suatu destinasi seharusnya tak hanya berdasarkan satu atau beberapa parameter saja. "Mana pemberitaan tentang turis yang datang menjadi repeater guest ke Bali? Juga meningkatnya kembali wisatawan Australia beberapa bulan ini yang sempat rendah beberapa waktu yang lalu?" ujarnya mempertanyakan.

Ramia menilai, pemberitaan media AS tersebut, soal salah satu destinasi yang tidak disarankan untuk dikunjungi pada 2020 terkesan kurang adil dan tak berimbang mengingat Bali masih menjdi "Top Holidays Destination of The World".

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA