Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Duh, Komodo Jadi Destinasi Wisata yang tak Layak Dikunjungi

Jumat 22 Nov 2019 05:30 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Friska Yolanda

Pertunjukan tari Kecak di Uluwatu, Badung, Bali, Jumat (15/11).

Pertunjukan tari Kecak di Uluwatu, Badung, Bali, Jumat (15/11).

Foto: Republika/Rahayu Subekti
Ekosistem Pulau Komodo terancam karena tingginya kunjungan ke sana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengunjungi destinasi wisata tertentu memang bisa menjadi pelepas penat dari aktivitas keseharian. Bahkan, travelling atau pun pergi berlibur bisa memberi wawasan yang baru.

Namun, rupanya ada beberapa tempat yang tidak disarankan untuk dikunjungi sebagai destinasi liburan anda tahun depan. Media wisata Amerika Serikat, Fodor's Travel, baru-baru ini merilis 'No List' tahunannya atau daftar destinasi wisata yang tidak layak dikunjungi. Ada 13 destinasi wisata yang sebaiknya dilewatkan dalam daftar No List di tahun keempat Fodor's ini.

"Setiap tahun, kami menggunakan No List untuk menyoroti isu-isu yang kami pikirkan sebelumnya, selama dan lama setelah kami bepergian," kata direktur editorial Fodors.com, Jeremy Tarr, dilansir di Fox Business, Kamis (21/11).

Dari sejumlah daftar No List itu, dua andalan sektor pariwisata Indonesia, Bali dan Pulau Komodo, termasuk yang disorot. Seperti halnya Bali, beberapa destinasi wisata termasuk Pantai Barceloneta di Barcelona, Spanyol, kemudian Big Sur di pantai California, Angkor Wat di Kamboja, dan Hanoi Trains Street di Vietnam, telah tumbuh begitu populer. Sehingga, tidak heran jika tempat ini kerap dipenuhi oleh wisatawan. Berikut daftarnya.

1. Bali

Penyebutan Pulau Bali ini bukan tanpa alasan. Fodor's memasukkannya dalam No List lantaran pulau yang paling banyak dikunjungi di Indonesia itu dinyatakan oleh para pejabat sebagai 'darurat sampah' pada 2017 karena jumlah plastik yang banyak ditemukan di pantai dan perairan Bali.

Selain itu, Fodor menyebut bahwa petani lokal di Bali kekurangan air sebagai akibat pembangunan yang berfokus pada wisata. Legislator Bali telah mempertimbangkan untuk mengenakan pajak wisata sebesar 10 dolar AS per orang untuk membantu mengatasi masalah tersebut.

2. Pulau Komodo

Pulau Komodo memang diakui sebagai pulau yang eksotis. Namun, menurut Fodor, ekosistem unik yang ada di pulau itu terancam oleh sejumlah besar pengunjung yang berlibur ke sana. Pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk menutup pulau yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO itu selama satu tahun penuh, guna melindungi jenis kadal yang sama. Selain itu, Fodor menyebut Pulau Komodo sebagai destinasi dengan biaya yang terlalu murah dan perlu menaikkan pajak turis.

photo
Seorang petugas mengawasi seekor Komodo (Veranus Komodoensis) yang sedang berjemur di pesisir pantai Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT Minggu (22/9/2019).

3. Pantai Barceloneta, Spanyol

Dalam kasus Barcelona, gelombang masuknya wisatawan telah berkontribusi pada peningkatan kepadatan kota dan biaya sewa yang melambung tinggi. Sementara itu, jumlah pengunjung ke Big Sur meningkat berkat kampanye pemasaran pariwisata dan popularitas serial 'Big Little Lies' yang diluncurkan HBO. Namun begitu, Fodor mengamati wilayah pantai California yang indah tidak benar-benar memiliki infrastruktur yang memadai, seperti halnya kamar mandi umum untuk para tamu. Akibatnya, penduduk setempat dibuat tidak nyaman dan kerap ada pengunjung yang berkemah ilegal.

4. Angkor Wat, Kamboja

Di tempat lainnya, kompleks candi Angkor Wat di Kamboja pada dasarnya merupakan objek wisata paling populer di negara itu. Namun, menurut Fodor, sejumlah besar pengunjung yang datang membuat Situs Warisan Dunia UNESCO itu tampak menjadi usang karena sentuhan mereka dan jalanan menjadi licin. Karena itulah kelompok yang bertanggun jawab mengelola situs ini mulai membatasi jumlah pengunjung yang diizinkan masuk pada waktu tertentu.

5. Hanoi Train Street

Selanjutnya, Hanoi Train Street atau jalur kereta api yang melewati jalan sempit di Old Quarter Hanoi memang menjadi tempat wisata populer dan spot yang unik untuk mengambil foto yang 'instagrammable'. Namun, nyatanya semua pengunjung yang mencoba untuk mengambil gambar pemandangan di lokasi tersebut telah menyebabkan keterlambatan kereta. Bahkan, dalam kejadian baru-baru ini, kereta harus berhenti darurat untuk menghindari banyaknya wisatawan yang hendak berswafoto.

6. Gunung Matterhorn, Swis

Di tempat lain, di Swiss ada gunung yang terkenal karena puncaknya yang khas dan indah dilihat, Matterhorn. Namun, gunung ini berbahaya untuk didaki. Menurut Fodor, tujuh pendaki meninggal di sana tahun ini. Sedangkan tahun lalu, ada 11 pendaki yang meninggal di Matterhorn. Seperti halnya Gunung Everest, yang dimasukkan dalam No List Fodor tahun lalu, stabilitas Matterhorn telah menurun karena banyaknya pendaki.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA