Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Kemarau Panjang, Warga Cianjur Cari Sumber Air Baru

Rabu 20 Nov 2019 17:24 WIB

Red: Ani Nursalikah

Bunga liar rimbuh di antara tanah yang retak akibat kekeringan.

Bunga liar rimbuh di antara tanah yang retak akibat kekeringan.

Foto: Thoudy Badai
Kemarau melanda Cianjur sejak empat bulan lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Warga di sejumlah desa di Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat hingga saat ini masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sehingga terpaksa mencari sumber air baru.

"Meskipun di sebagian wilayah Cianjur sudah mulai hujan, namun di wilayah kami masih kesulitan mendapatkan air bersih karena kemarau sejak empat bulan terakhir menyebabkan sumber mata air warga mengering," kata Kokom (40 tahun), warga Desa Sukamulya pada wartawan, Rabu (20/11).

Baca Juga

Ia menuturkan, warga terpaksa mencari sumber air baru karena sumur, kolam dan bak penampungan yang ada di wilayah tersebut sudah tidak menyimpan air sejak masuknya musim kemarau. Bahkan ribuan kepala keluarga di Desa Sukamulya, harus mengambil air dari kubangan di dasar kolam untuk kebutuhan mencuci dan kakus karena air sudah tidak lagi mengalir.

"Meskipun hujan sempat turun deras beberapa kali, namun tidak sampai tergenang di dalam sumur atau kolam warga. Harapan kami musim hujan segera datang dan untuk sementara ada bantuan air bersih dari pemerintah," katanya.

Hal yang sama juga dialami warga di kampung lainnya seperti di Pasir Panjang Kulon, Pasir Sabuk, dan Sukalaksana. Warga terpaksa mengambil air dari lubang di dalam kolam di Kampung Pasir Panjang yang masih menyimpan air.

Dia menuturkan, tiga lubang di dasar kolam sudah ada sejak empat tahun lalu yang awalnya hanya satu lubang. Sulitnya mendapatkan air membuat warga menggali dua lubang baru agar tidak terjadi antrean panjang.

Aceng (39) warga lainnya, mengatakan kedalaman tiga lubang di dasar kolam itu, hanya setengah meter, namun masih menyimpan air yang cukup banyak untuk kebutuhan warga dari beberapa kampung. "Untuk mendapatkan air dari lubang tersebut dibutuhkan kesabaran karena airnya cepat habis terkuras, tapi tidak sampai lima menit air akan penuh kembali untuk dapat diambil warga secara bergantian," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA