Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

BPJS Sebut Dua Hal yang Sering Dikeluhkan Pasien

Rabu 20 Nov 2019 00:18 WIB

Red: Ratna Puspita

Warga mengisi formulir Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. (ilustrasi)

Warga mengisi formulir Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. (ilustrasi)

Foto: Risyal Hidayat/Antara
Pasien BPJS mengeluhkan diskriminasi rumah sakit dan keterlambatan dokter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BPJS Kesehatan mengungkap dua hal yang sering dikeluhkan oleh pasien BPJS Kesehatan. Dua hal tersebut, yakni diskriminasi pihak rumah sakit dalam memberikan pelayanan pada pasien dan keterlambatan dokter dari jadwal.

Baca Juga

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Budi Mohamad Arief mengatakan keluhan peserta JKN-KIS itu disampaikan melalui layanan Suara Customer (pelanggan). Keluhan, yakni mengenai urun biaya, diskriminasi pelayanan, pembatasan kuota dokter, dan dokter yang datang tidak tepat waktu.

Diskriminasi pelayanan yang dimaksud ialah perbedaan layanan yang diberikan oleh pihak RS kepada pasien JKN-KIS dan pasien umum atau asuransi lain. Sementara pembatasan kuota dokter, yaitu pembatasan bagi pasien JKN-KIS yang dapat dilayani oleh dokter tertentu. 

Budi menerangkan peserta JKN juga mengeluhkan dokter yang tidak tepat waktu sehingga pelayanan konsultasi di rumah sakit menjadi tidak pasti. BPJS Kesehatan akan membahas hal-hal tersebut untuk perbaikan kualitas pelayanan kepada pasien JKN-KIS.

"Ini juga akan kita bahas dengan Persi. Tidak mustahil dalam tahun berjalan akan dibicarakan untuk selanjutnya membuat komitmen dalam perbaikan tersebut," kata Budi di Jakarta, Selasa (19/11).

Dia menerangkan selain keluhan tersebut, ada tiga keluhan lain yang paling banyak disampaikan oleh peserta JKN-KIS. Ketiganya, yakni sistem antrean, ketersediaan tempat tidur untuk rawat inap, dan prosedur yang menyulitkan bagi layanan hemodialisa atau cuci darah. 

BPJS Kesehatan bersama Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) berkomitmen untuk memperbaiki tiga layanan tersebut pada tahun 2020. Pada 2020, seluruh RS mitra BPJS Kesehatan ditargetkan akan memiliki sistem antrean daring, melakukan transparansi ketersediaan tempat tidur untuk rawat inap, dan penyederhanaan prosedur layanan hemodialisa.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA