Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

AHY: Kita tak Ingin Demokrasi Indonesia Mundur

Selasa 19 Nov 2019 20:06 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Teguh Firmansyah

Waketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi pertanyaan wartawan di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (19/11)

Waketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi pertanyaan wartawan di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (19/11)

Foto: Republika/Zainur Mahsir Ramadhan
AHY menegaskan, Pilkada adalah milik rakyat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merespons usulan soal evaluasi Pilkada langsung. AHY mengaku tak ingin demokrasi Indonesia mundur. Pasalnya, demokrasi merupakan cita-cita dan amanat dari reformasi pada 1998 silam.

“Artinya begini, kita tidak ingin demokrasi kita mudur. Yang jelas, kami ingin Bersama-sama menegaskan suara rakyat, bahwa pilkada itu sudah milik rakyat,” ujar AHY ketika ditemui Republika.co.id, di Perpustakaan Nasional, Selasa (19/11).

Ketika disinggung terkait pemilihan kepala daerah kembali lewat DPRD, AHY menilai hal tersebut sebagai penyimpulan yang salah.

Menurut AHY, pemilihan kepala daerah sudah seharusnya dijadikan ajang bagi rakyat memberikan suara, khususnya dalam memilih pemimpinnya secara langsung.

Oleh sebab itu, ketika hak tersebut diberikan pada 1998, maka keputusan tidak bisa dicabut kembali. “Saya rasa rakyat juga tidak akan menerimanya begitu saja,” kata dia. “Toh rakyat juga pastiya akan protes dan kecewa,” tuturnya menambahkan.

Oleh sebab itu, dia menegaskan agar semua pihak menghormati hak yang sudah melekat pada rakyat. Dia juga berharap agar demokrasi Indonesia bisa semakin matang dan juga berkeadaban dalam prosesnya. “Tetapi juga terbuka untuk ruang diskusi yang baik,” ungkap dia.

 

 


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA