Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Pemerintah Apresiasi Komitmen Aisyiyah Tangani Stunting

Senin 18 Nov 2019 22:30 WIB

Rep: Dian Silvy Setiawan/ Red: Agung Sasongko

Sidang Senat Terbuka.  Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah menyampaikan sambutan saat sidang senat terbuka Universitas Aisyiyah di Yogyakarta, Rabu (2/10/2019).

Sidang Senat Terbuka. Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah menyampaikan sambutan saat sidang senat terbuka Universitas Aisyiyah di Yogyakarta, Rabu (2/10/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Aisyiyah, telah melakukan program bimbingan perkawinan dan program keluarga sakinah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, angka stunting di Indonesia saat ini sekitar 27,4 persen. Artinya, setiap sepuluh anak, ada tiga diantaranya mengalami stunting

Pemerintah sendiri saat ini berupaya untuk mewujudkan generasi Indonesia yang unggul dan maju. Stunting ini, tentu dapat menghambat hal tersebut. 

Ia menuturkan, stunting ini ditentukan sejak prenatal atau sebelum lahir. Untuk itu, katanya, menumbuhkan manusia yang unggul berdaya saing, harus dimulai dari prenatal. 

Baca Juga

"Karena (prenatal)menjadi faktor penentu dan itu dapat diawali melalui pendidikan sejak dari remaja," kata Muhadjir. 

Selain itu, pembekalan terkait stunting terhadap calon pengantin baru juga diperlukan. Termasuk membangun keluarga sehat. Sebab, hal itu juga menjadi penentu lahirnya generasi Indonesia yang unggul dan maju.  

Menurutnya, sekitar 45 persen rumah tangga di Indonesia dengan status miskin atau memiliki potensi miskin. Bahkan, dalam konteks kesehatan juga terdapat 135 juta penduduk Indonesia yang rentan menjadi miskin karena terdampak sakit. 

Untuk itu, ia menegaskan, perlu upaya lebih untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut. 'Aisyiyah pun, kata Muhadjir, di beberapa provinsi bekerja sama dengan Kementrian Agama. 

'Aisyiyah, telah melakukan program bimbingan perkawinan bagi calon pengantin maupun remaja. Yang mana, tujuannya juga untuk mencegah perkawinan anak dan mempersiapkan keluarga yang berkualitas. 

"‘Aisyiyah juga mengelola program Sekolah Keluarga Sakinah bagi pasangan yang telah berkeluarga untuk meningkatkan kapasitas pasangan dalam mewujudkan keluarga sakinah yang saling memuliakan," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA