Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Perusahaan Susu Nomor Wahid di Amerika Bangkrut

Jumat 15 Nov 2019 14:36 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Bangkrut, Perusahaan Susu Nomor Wahid di Amerika Bangkrut. (FOTO: Unsplash/mehrshad)

Bangkrut, Perusahaan Susu Nomor Wahid di Amerika Bangkrut. (FOTO: Unsplash/mehrshad)

Masyarakat yang gemar konsumsi soda, jus, dan susu almond, buat Dean Foods bangkrut.

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Minuman yang dikonsumsi warga Amerika Serikat (AS) berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan susu nomor satu di sana, Dean Foods. Masyarakat yang gemar mengonsumsi soda, jus, dan susu almond, membuat perusahaannya bangkrut.

Perusahaan di Dallas itu mengatakan, pihaknya kemungkinan besar akan menjual perusahaan kepada Dairy Farmers of America, sebuah koperasi pemasaran yang dimiliki oleh ribuan petani.

Baca Juga: Produksi Susu Sapi Nasional Naik Jadi 1,6 Juta Ton, Amran Sebut Berkat Kebijakan Tepat

“Terlepas dari upaya terbaik kami untuk membuat bisnis ini menjadi lebih gesit dan hemat biaya, kami terus terkena dampak lingkungan operasional yang menantang yang ditandai dengan terus menurunnya konsumsi susu,” ujar CEO Eric Berigause pada Jumat (15/11/2019).

Berdasarkan data dari Reuters, sejak 1975, konsumsi susu cair per kapita di AS menurun lebih dari 40 persen.

Bagaimana dengan Indonesia? Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, konsumsi susu di Indonesia mencapai 16,5 liter per kapita per tahun. Lebih rendah dari target 20 liter per kapita per tahun.

Baca Juga: Padukan Industri Susu dengan Teknologi, Aspek Ini Enggak Akan Rugi

Konsumsi susu ini menjadi yang terendah di Asia Tenggara jika dibandingkan dengan Brunei Darussalam yang mencapai 129,1 liter, Malaysia 50,9 liter, Singapura 46,1 liter per tahun, juga kalah dengan Vietnam 20,1 liter susu per kapita per tahun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA