Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Kadin Yakin Bom Bunuh Diri tak Buat Ragu Para Investor

Kamis 14 Nov 2019 00:30 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Teguh Firmansyah

Personel penjinak bom dari Gegana Brimob Polda Sumatera Utara memeriksa sebuah sepeda motor yang diduga milik pelaku bom bunuh diri yang terparkir di depan Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019).

Personel penjinak bom dari Gegana Brimob Polda Sumatera Utara memeriksa sebuah sepeda motor yang diduga milik pelaku bom bunuh diri yang terparkir di depan Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019).

Foto: Antara/Septianda Perdana
Para investor biasanya datang berinvestasi dengan pertimbangan jangan panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani meyakini bom bunuh diri di Medan tidak akan membuat ragu para investor datang ke Indonesia.

Sebab, kata Rosan, para investor biasanya datang berinvestasi dengan pertimbangan jangka panjang.

Baca Juga

"Saya sejauh ini belum mendengar keraguan investor, karena investor ini kalau bicara ke kami mereka view-nya kan jangka panjang jadi mereka melihat pertumbuhan ekonomi kita stabil," ujar Rosan saat ditemui wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (13/12).

Menurut Rosan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil menjadi alasan para investor datang ke Indonesia. Apalagi jika dibandingan dengan negara lain.

"Dibandingkan banyak negara lain yang 7 persen, tahun berikutnya 5 persen, kita stabil dan itu menjadi salah satu pertimbangan mereka," ujar Rosan

Selain itu, Rosan mengatakan faktor politik menjadi pertimbangan para investor datang ke Indonesia. Pemerintah juga melakukan reformasi dalam berbagai kebijakan dan memberikan kemudahan baik insentif fiskal, hingga perpajakan

Bahkan, Pemerintah tengah berupaya menyederhanakan proses birokrasi. "Kan juga sudah disampaikan akan ada omnibus law yang akan menyederhanakan perizinan, sehingga menciptakan lapangan kerja yang makin besar bagi masyarakat Indonesia," katanya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA