Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Bom Medan, Surya Paloh: Ini Peringatan Bagi Semua

Rabu 13 Nov 2019 14:06 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pengamanan di Mapolda Banten diperketat usai kasus ledakan yang terjadi di Polresta Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11).

Pengamanan di Mapolda Banten diperketat usai kasus ledakan yang terjadi di Polresta Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11).

Foto: dok. Polda Banten
Surya Paloh menyebut aksi bom medan adalah peringatan bahwa ancaman ada dimana-mana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan, aksi bom bunuh diri menjadi peringatan bagi seluruh bangsa Indonesia. Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan bom terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11) pagi.

"Peristiwa ini (bom bunuh diri) cobaan lagi bagi kita. Ini memberikan peringatan bagi kita semua, bahwasanya ancaman itu ada di mana-mana," kata Surya Paloh di DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (13/11).

Menurut dia, semua komponen bangsa harus bergandengan tangan untuk menjaga stabilitas keamanan agar tidak kembali terjadi peristiwa bom bunuh diri.

"Tidak ada hal lain kecuali semua bergandengan tangan, tidak bisa menyerahkan urusan-urusan ini hanya kepada kesiapan pada aparat keamanan semata-mata. Saya tidak sepakat dengan itu," kata Surya.

Aparat keamanan, jelas dia, merupakan paling kompeten dalam menyelesaikan baik upaya preventif maupun upaya tindakan lanjutan. Namun, semangat partisipasi publik tidak kalah pentingnya.

"Kepedulian kita. Saya minta kawan-kawan, saudara-saudara sebangsa kita setanah air tingkatkan kewaspadaan kita. Ini yang rugi kita semua. Belum tentu tadi yang membawa bom tadi dia udah tau itu bom, belum tentu karena dia sadar saya mau harakiri mau bunuh diri, bisa saja dia tidak tau apa-apa. Ada orang jahat dan satu sistem di belakangnya mengatur ini. Tapi apapun itu, peristiwa ini merupakan satu hal yang menyedihkan bagi kita semua," jelas Surya.

Ia berharap ke depan seluruh komponen bangsa bisa membangun kesadaran dan mempersiapkan diri bahwa ancaman ada di mana saja.

"Ini kan untuk keamanan dan kenyamanan kita sendiri, bukan untuk siapa-siapa. Bukan kepentingan satu kelompok, satu golongan, satu etnis dan satu agama. Tapi kepentingan Indonesia sebagai keluarga besar," katanya.

Ia menambahkan peristiwa bom bunuh diri tidak perlu dipolemikkan karena jelas ini karena paham radikal.

"Mana ada orang waras mau bunuh diri, orang yang punya empati mau membunuh tidak ada itu. Ajaran agama apapun dalam pehamanan apapun tidak ada yang mengajarkan ini. Kita mau bilang dia biadab, dia tidak peduli. Maka tidak ada jalan lain selain kitameningkatkan kewaspadaan peran partisipasi kita sebagai masyarakat," kata Surya Paloh.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA