Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Terkait Bom Medan, Menhub: Jaket Ojol Bisa Dibeli Bebas

Rabu 13 Nov 2019 14:03 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Muhammad Hafil

Pengamanan di Mapolda Banten diperketat usai kasus ledakan bom yang terjadi di Polresta Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11).

Pengamanan di Mapolda Banten diperketat usai kasus ledakan bom yang terjadi di Polresta Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11).

Foto: dok. Polda Banten
Terduga pelaku bom Medan menggunakan jaket ojol.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Terduka pelaku bom di Polretabes Medan, Sumatra Utara menggunakan atribut ojek daring. Mengenai hal tersebut, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan jaket pengemudi ojek daring dapat dibeli secara bebas.

"Bisa juga itu sebagai bentuk penyamatan dia bahwa seolah-olah dia berprofesi itu dan dia bisa masuk ke mana-mana," kata Budi di Gedung DPR, Rabu (13/11).

Budi memastikan terkait ledakan bom tersebut yang ditemukan pelakunya menggunakan atribuk ojek daring, Kemenhub akan melakukan koordinasi dengan aplikator.

"Ini nanti apakah mungkin penjualan atau pendistribusian jaket ojek online akan dibatas ke yang benar-benar berprofesi," ujar Budi.

Budi memastikan Kemenhub akan mengkomunikasikan hal tersebut sebab dalam regulasinya, penggunaan atribut yang sesuai juga merupakan bagian dari keselamatan dan keamanan opetrasional ojek daring. Budi menegaskan akan mengoptimalkan pengawasannya.

Selain itu, Budi menuturkan langkah selanjutnya juga akan memastikan terlebih dahulu apakah pelaku bombunuh diri di Polestabes Medan merupakan pengemudi ojek daring atau tidak. Hal tersebut menurutnya juga akan menjadi bagian dari Kemenhub dalam melakukan upaya selanjutnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pelaku ledakan bom di Polrestabes Medan diduga terdiri dari satu orang. Meski demikian, Dedi belum mengungkapkan identitas terduga pelaku.

"Pada Pukul 08.45 WIB terjadi ledakan yang diduga dilakukan seorang dengan boleh dikatakan melakukan bom bunuh diri atau suicide bomber," kata Dedi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/11).

Saat ini, lanjut Dedi, tim dari Densus 88 bersama Inafis dan Labfor sedang melakukan olah TKP untuk betul-betul memastikan identitas pelaku. Salah satunya dengan mengambil sidik jari terduga pelaku. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA