Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Bom Bunuh Diri Medan, GP Ansor: Ini Aksi Terorisme

Rabu 13 Nov 2019 13:58 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Teguh Firmansyah

Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019).

Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019).

Foto: EPA-EFE / Dedi Sinuhaji
GP Ansor menduga aksi terorisme ini dilakukan oleh anggota ISIS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Kajian Stretegis PP GP Ansor Mohamad Nurzzaman mengutuk aksi bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11). Ia menyebut aksi bom bunuh diri itu sebagai tindakan brutal dan tidak beradab.

“Kami mengutuk aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Ini adalah aksi terorisme. Tindakan ini adalah tindakan brutal dan tidak beradab,” tegas Nuruzzaman dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (13/11).

Menurut Nuruzzaman, pihaknya menduga aksi terorisme ini dilakukan oleh anggota Jamaah Ansoru Daulah/ISIS yang ingin balas dendam atas tewasnya Abubakar Al Bagdadi, khalifah atau pemimpin ISIS. Selama ini, lanjut dia, dalam melakukan komunikasi jaringan ini menggunakan media sosial.

“Besar kemungkinan juga pelaku ini masih jejaring dari Abu Rara, pelaku penusukan mantan Menkopolhukam Jenderal (Purn) Wiranto, di Banten, beberapa waktu lalu,” tutur Nuruzzaman.

Oleh karena itu, Nuruzzaman mendukung aparat kepolisian kepolisian untuk membongkar dan menindak tegas para pelaku dan jaringannya. Ia juga mendesak pemerintah dalam hal ini kementerian yang diberikan tugas khusus menangkal radikalisme untuk serius mencegah paparan radikalisme di masyarakat, terutama di lingkungan ASN dan BUMN. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA