Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Bom Bunuh Diri di Medan, Polda Jabar Perketat Pengamanan

Rabu 13 Nov 2019 12:00 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Hafil

Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019).

Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019).

Foto: EPA-EFE / Dedi Sinuhaji
Personel polisi diminta perketat pengamanan.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Polda Jawa Barat meningkatkan pengamanan dan kewaspadaan di markas besar pasca bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Rabu (13/11). Tidak hanya itu, masing-masing personel Polri diharapkan semakin meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar.

Sejumlah pengunjung dan barang bawaannya terlebih dahulu diperiksa oleh petugas bersenjata laras panjang. Akses masuk ke Polrestabes pun difokuskan pada titik-titik tertentu.

Meski begitu, sejumlah pelayanan masih berjalan. Seperti pelayanan laporan masyarakat, layanan pengurusan SIM, layanan penilangan serta layanan untuk SKCK. 

Baca Juga

"Yang perlu ditingkatkan sesuai arahan Kapolda Jabar adalah peningkatan kewaspadaan personel yang menjalankan sistem tersebut. Maupun setiap individu personel Polri dalam menjaga dan memelihara Kamtibmas untuk masyarakat," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko lewat pesan singkat, Rabu (13/11).

Secara sistem, ia mengatakan baik sistem manual personel dan sistem teknologi seperti CCTV dan gate system sebagai upaya pencegahan sudah dilaksanakan oleh Polda Jabar.

Ledakan bom terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11) pagi. Ledakan tersebut diduga berasal dari bom bunuh diri.

"Masih diduga pelaku suicide bomber," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi, Rabu (13/11).

Saat ini, jelas Dedi, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Sedang dilaksanakan olah TKP oleh Densus dan Polda Sumatera Utara. Menunggu hasil investigasi lanjut," kata Dedi. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA