Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Jelang Munas Golkar Larang Anggota Fraksi Keluar Jakarta

Rabu 13 Nov 2019 08:25 WIB

Red: Budi Raharjo

Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) saat menghadiri pelantikan pimpinan MPR periode 2019-2024 di ruang rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) saat menghadiri pelantikan pimpinan MPR periode 2019-2024 di ruang rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Suasananya cukup mencekam dan banyak yang saling sikut menjelang pelaksanaan munas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fraksi Partai Golkar di DPR meminta kepada seluruh anggotanya untuk tidak meninggalkan Jakarta hingga awal Desember mendatang. Hal itu tertuang dalam surat edaran Fraksi Par tai Golkar bernomor INT.00.210/FPG/DPRRI/ XI/ 2019.

"Sesuai instruksi Ketua Umum DPP Partai Golkar (Bapak Ir H Airlangga Hartarto MMT MBA) kepada seluruh anggota FPG DPR RI dilarang meninggalkan Jakarta sampai dengan selesainya Munas Partai Golkar tanggal 6 desember 2019," demikian bunyi surat edaran tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Dave Laksono membenarkan perihal instruksi yang terdapat surat itu. "Saya juga baru terima tadi malam," kata Dave kepada wartawan, Selasa (12/11).

Dave lebih lanjut menjelaskan, instruksi tersebut dimaksudkan untuk persiapan menjelang munas. Sebab, dominasi anggota fraksi Golkar di DPR banyak terlibat dalam kepanitiaan munas.

"Kan besok ada pleno. Lalu kamis rapimnas (rapat pimpinan nasional).mHanya selang semingguan lagi munas. Sebagian besar dari FPG juga terlibat di kepanitiaan," kilah Dave.

Hal senada juga disampaikan Wakil Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Sumatra DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung. Doli menuturkan bahwa surat tersebut dalam rangka persiapan munas. "Sebentar lagi kan kita mau munas, diagendakan akan padat. Besok kita pleno lagi persiapan untuk hari Kamis, terus kemudian panitia munas segera dibentuk," ujarnya.

Ia membantah kabar surat tersebut menunjukkan situasi Partai Golkar tengah memanas. Menurut dia, hal itu tidak ada kaitannya sama sekali. "Malah dengan semuanya banyak di Jakarta makin guyub," tuturnya.

Namun, pendapat berbeda dilontarkan Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet). Menurut Bamsoet, suasananya cukup mencekam dan banyak yang saling sikut menjelang pelaksanaan munas. Bamsoet meng aku tidak sedikit pendukungnya mendapatkan ancaman bahkan pemecatan.

"Kita rasakan hari-hari akhir ini suasana mencekam, saling curiga-mencurigai, saling tekan-menekan, saling sikut- menyikut," ujarnya saat menghadiri diskusi di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).

Padahal, lanjut Bamsoet, dirinya telah mendinginkan suasana dengan menyatakan dirinya belum memutuskan untuk maju. Hal itu dilakukannya, kata Bamsoet, dimaksudkan agar pendukungnya tidak dizalimi. Mengingat tidak sedikit pendukungnya yang menjadi korban. Bahkan beberapa anggota Fraksi Golkar di DPR RI mendapat tekanan, hingga dicopot dari jabatan di komisi.

Salah satu kader partai beringin pendukung Bam soet, Darul Siska menegaskan akan tetap bertemu konstituen di luar Jakarta. Meskipun DPP Golkar mengeluarkan pelarangan keluar Jakarta. Darul mengatakan, pihaknya tetap berpikir positif bahwa pelarangan itu agar konsentrasi kader tetap terjaga untuk munas yang akan digelar Desember mendatang. (febrianto adi saputro/ali mansur/arif satrio nugroho, ed: agus raharjo)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA