Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

600 Personel Militer AS Bertahan di Suriah

Senin 11 Nov 2019 16:47 WIB

Red: Nur Aini

Pasukan militer AS (Ilustrasi)

Pasukan militer AS (Ilustrasi)

Foto: VOA
AS berdalih mempertahankan ratusan militer di Suriah untuk memastikan ISIS ditumpas.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Ketua Kepala Staf Gabungan AS Mark Milley dalam pernyataannya mengungkap kurang dari 600 personel militer AS akan tetap berada di Suriah utara untuk memastikan kelompok ISIS berhasil ditumpas habis.

Miley mengatakan kepada ABC News bahwa kurang dari 1.000 tentara akan dipertahankan di negara itu. Ia tidak menyebutkan secara pasti jumlahnya, hanya menyebut berkisar 500 sampai 600 personel.

Baca Juga

"Akan di daerah itu," kata Milley dalam program pagi This Week Sunday. "Kami takkan menetapkan jumlah pasti sebab saat ini kami masih melakukan analisis."

Presiden AS Donald Trump telah mengingkari janji mengenai penarikan penuh pasukan AS yang ia umumkan pada awal Oktober. Ia mengakui bahwa sebenarnya sebagian tentara akan tetap berada di wilayah tersebut "untuk mengamankan minyak". Pentagon telah menyatakan bahwa penghasilan dari sumber daya alam itu akan diberikan kepada SDF, sekutu setia Washington dalam melawan ISIS di Suriah.

Namun, Milley menyatakan, di dalam wawancara televisi pertamanya sejak ia memangku jabatan pada September, bahwa misi AS di Suriah akan tetap sama.

"Masih ada petempur ISIS di Suriah dan jika tekanan tidak dipertahankan atas kelompok tersebut, akan ada kemungkinan sangat nyata bahwa ISIS jadi punya kesempatan untuk bangkit lagi," kata jenderal Angkatan Darat itu. "Jejaknya akan kecil, tapi sasarannya akan tetap sama."

Milley mengatakan kematian pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi selama serangan AS di Suriah utara bulan lalu akan "sangat berdampak pada organisasi itu secara keseluruhan".

"Mereka tampaknya sudah punya seorang pemimpin baru. Kami memang memiliki banyak informasi mengenai orang itu, dan kami akan melihat dalam beberapa hari ke depan, dan beberapa pekan ke depan, dan beberapa bulan ke depan, apakah ia mampu menyatukan organisasinya atau tidak," katanya. "Kami akan memperhatikan dia dengan seksama. Dan di mana peluang muncul, kami akan memburu dia juga."

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA