Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Memperingati Hari Pahlawan

Senin 11 Nov 2019 09:34 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Gita Amanda

Inisiator, Pendiri, dan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi meresmikan berdirinya Masjid Panggung Cordofa pada Jumat (8/11).

Inisiator, Pendiri, dan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi meresmikan berdirinya Masjid Panggung Cordofa pada Jumat (8/11).

Foto: Dompet Dhuafa
Zakat tidak hanya mengurusi aspek pendidikan dan dakwah tapi juga aspek budaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dompet Dhuafa dalam memperingati hari pahlawan, meluncurkan panggung pentas kreativitas di Zona Madina, Parung, Bogor, Ahad (10/11) lalu. Panggung pentas kreativitas menjadi pelengkap dari sebuah gerakan zakat, bahwa zakat tidak hanya mengurusi aspek pendidikan, ekonomi, kesehatan dan dakwah tapi zakat bisa masuk di aspek budaya.

Inisiator, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi, mengatakan ada banyak cara memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November. Hal tersebut bisa dilalukan dengan mengenang, mendoakan, dan melanjutkan dan mewujudkan cita-cita mulia Pahlawan.

"Jika anda hargai hari Pahlawan maka kenang, doa dan wujudkan. Budaya bukan hanya kesenian, budaya seluruh aspek kehidupan manusia berlaku. Maka hari ini peresmian Panggung Pentas Kreatifitas di Rumah Budaya, saya masukan zona ini, zona berbudaya yang mempunyai makna berbudaya itu berperilaku yang untuk mempertahankan hidup meningkatkan kualitas hidup, dan meningkatkan kualitas hidup dengan pendekatan etika dan estetika," ucap Parni dengan penuh semangat di Bogor, dalam keterangan tertulisnya kepada Republika.

Ia melanjutkan, orang kerap terjebak bahwa budaya merupakan kesenian dan tari-menari, padahal bukan hanya itu, namun itu juga meliputi tata-krama, berpikir kreatif, kritis dan disiplin yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Untuk itu masyarakat perlu memperingati Hari Pahlawan dengan kegiatan produktif, mengenang dan mendoakan para pejuang bangsa.

"Pahlawan dahulu telah berhasil mengusir penjajah asing namun pada sekarang kita belum berhasil penjajahan ekonomi kemiskinan, orang dhuafa masih dijajah kemiskinan dan Dompet Dhuafa harus tampil dengan multidisplin untuk bebaskan kaum dhuafa dari penjajahan kemiskinan. Dompet Dhuafa memperingati Hari Pahlawan di Zona Madina, Parung Bogor dengan peresmian Kedai Kopi Madaya, panggung pentas kreativitas yang menggelar berbagai atraksi seni budaya, melibatkan anak kecil sampai lansia," ungkap Parni.

Pada acara tersebut dimeriahkan oleh ratusan anak-anak. Mereka mengikuti lomba melukis, panduan suara bahasa Inggris, penampilan seni budaya dari sanggar Suluk Nusantara serta Gerakan Relawan Lansia Indonesia (Gerli).

Direktur Mobilisasi Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS), Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi mengatakan, Dompet Dhuafa meluncurkan panggung pentas kreativitas, Zona Madina. Tempat tersebut merupakan sebuah kawasan yang dibangun sebagai bentuk portofolio kelola Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (Ziswaf) komprehesif, dimulai aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sosial. Selain itu juga membangun industri-industri lokal dengan mengangkat seni budaya masyarakat termasuk juga membangun kreasi dari masyarakat sekitar.

"Panggung pentas kreativitas yang berdiri di Zona Madina menjadi pelengkap gerakan Ziswaf, bahwa zakat tidak hanya mengurusi lima aspek, namun Ziswaf bisa masuk dengan pendekatan budaya. Sehingga Panggung Budaya ini menjadi wadah kreatifitas serta Dompet Dhuafa dapat mengenalkan panggung pentas kreativitas ke masyarakat luas melalui kerja sama yang sudah terbangun dengan stakeholder yang dimiliki," ucap Yuli.

Ia melanjutkan, budaya yang terbangun saat ini terdiri dari cipta, rasa dan karya manusia, budaya dengan beragam pendekatan salah satunya melalui pendekatan nilai seperti kejujuran, kearifan dan gotong royong dikemas dalam teknologi kekinian. Pendekatan dengan seni, yang akan mengajak anak-anak muda bertalenta untuk lebih mengenal budaya leluhur. Budaya bagi millenial bukan sesuatu yang asing, akan tetapi millenial harus memahami Indonesia merupakan negeri yang kaya dengan nilai-nilai budaya.

"Dompet Dhuafa menilai budaya sebagai strategi dakwah yang islami, modern dan Indonesia. Sebagai korelasi yang pararel Dompet Dhuafa mengangkat pesan seni budaya dan kreasi dari panggung pentas kreativitas dan Masjid Panggung Cordofa yang tersusun dari kayu sebagai pesan dan filosofi sebagai Dompet Dhuafa mencitai kelestarian alam, dulu panggung menjadi konsep arsitektur rumah sebagian masyarakat Indonesia dan Dompet Dhuafa menjadi leader menyiapkan bangunan tahan gempa sesuai komitmen bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di event Perencanaan Risiko Bencana (PRB)," kata Yuli Pujihardi.

Adapun panggung pentas kreativitas menjadi tempat kreatifitas hingga pementasan seni budaya dari penggiat kebudayaan yang berada disekitar Zona Madina dan sekitarnya. Panggung Pentas Kreativitas yang dinamakan Rumah Budaya Djampang ini diharapkan memberikan kesempatan mengembangkan pelatihan-pelatihan budaya untuk sesama, masyarakat, orang asing dan diaspora Indonesia, dan menciptakan agen-agen peduli budaya Indonesia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA