Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Ustaz Fadhlan Berbagi Kisah Dakwah di Ummat Fest 2019

Ahad 10 Nov 2019 20:15 WIB

Red: Agung Sasongko

Ustaz Fadhlan Gharamatan

Ustaz Fadhlan Gharamatan

Foto: Istimewa
Ustaz Fadlan menceritakan bagaimana sejarah Islam di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masyarakat memadati gedung Celebes Convention Centre dalam Kegiatan Ummat Fest 2019 pada hari Ahad (10/11/2019). Acara yang digelar pukul 08.30 hingga pukul 17.45 sore WITA ini dihadiri oleh warga Makassar dan di luar kota dengan pelbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan.

Panitia penyelenggara kembali hadirkan dai fenomenal yang terkenal dengan julukannya yakni ‘Ustaz Sabun’. Dai asal Nuu Waar (Papua) ini hadir untuk berbagi kisahnya dalam mengislamkan 3712 anggota suku di Irian (sekarang Papua).

Dengan gayanya yang khas, Ustaz Fadlan menceritakan bagaimana sejarah Islam tersebar di nusantara hingga menjadi salah satu agama tertua dan pertama di Papua. Menurut dai yang telah melakukan perjalanan dakwah lebih dari 30 tahun ini, agama Islam pertama kali dibawa ke Papua oleh Sultan Iskandar Syah dari Samudra Pasai.

"Tanggal 17 Juli 1204 Masehi, Sultan Iskandar Syah dari Kerajaan Samudra Pasai melakukan dakwah ke Malaysia, Solok, Filipina, turun ke Tidore, dan dari Tidore dia sampai ke Irian," ujarnya sambil menunjuk Peta Irian yang dipancarkan dari layar LCD proyektor.

"Tanggal 5 Februari 1885 agama kristiani dibawa masuk Irian, tapi jauh sebelum itu agama islam sudah masuk terlebih dahulu. Kurang lebih ada sekitar 12 kerajaan Islam di bumi Cendrawasih sana,” tambah Ustad Fadlan.

Dalam satu kisah yang paling menarik, dai ini menceritakan bagaimana perjalanannya mengislamkan penduduk pedalaman dengan mandi menggunakan sabun dan memberikannya julukan ‘Ustaz Sabun’.

Beberapa kali ia terlibat dialog berujung jeruji besi saat mencoba berdakwah, baik kepada juru agama hingga kepala-kepala suku. Ia mengaku, saat berdakwah ke lereng pegunungan, betis kaki kirinya sempat terkena sabetan tombak hingga ia harus menjalani perawatan selama tiga bulan lamanya.

“Saya percaya, pekerjaan yang paling bergengsi itu adalah berdakwah. Saya beruntung bisa menjadi PNS. Pegawai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,” tuturnya dengan sumringah

Decak kagum penduduk pedalaman Papua dengan hadirnya 'sabun' dalam kegiatan dakwah Ustadz Fadlan, menjadikan mereka meyakini akan ajaran agama kebenaran yang dibawa oleh Sang Pendakwah. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA