Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

TDS Jadi Ikon Indonesia di Mata Internasional

Ahad 10 Nov 2019 18:00 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Yudha Manggala P Putra

Sejumlah pembalap beradu cepat pada etape keenam Tour de Singkarak (TdS) 2019 di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (7/11/2019).

Sejumlah pembalap beradu cepat pada etape keenam Tour de Singkarak (TdS) 2019 di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (7/11/2019).

Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Tour de Singkarak diharap bisa mengikuti jejak ajang balap Tour de France.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia PB ISSI Andhika Anindyaguna Hermanto mengucapkan selamat atas kesuksesan balap sepeda Tour de Singkarak 2019. TDS berakhir hari ini setelah seluruh pembalap menyelesaikan etape ke sembilan di Kota Padang.

Andhika mengatakan TDS sudah menjadi ikon Indonesia di dunia balap sepeda internasional. Terlebih TDS sudah eksis selama 11 tahun terakhir.

"Kami akan selalu dukung dan berikan asistensi, bantuan teknis agar TDS kian berkembang di tahun-tahun berikutnya. Tour de Singkarak sudah jadi ikon balap sepeda Indonesia di mata Internasional," kata Andhika di Padang, Ahad (10/11).

Andhika hadir untuk penutupan TDS di Kota Padang. Sebelum itu, Andhika sempat berwisata ke Kawasan Wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.

Andhika berharap Pemprov Sumbar selalu melestarikan ajang balap sepeda selain TDS. Sebab melalui balap sepeda, Sumbar dapat terus mempromosikan banyak objek wisata dan UMKM. "Kami bangga sekali menjadi bagian dari Tour de Singkarak," ujar Andhika.

Mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar selaku penggagas TDS 11 tahun lalu berharap balap ini selalu eksis dan semakin meriah. Sapta ingin Kemenpar, Pemprov, Pemkab dan Pemkot penyelenggara dapat meningkatkan anggaran penyelenggaraan TDS. Karena dengan anggaran besar, promosi TDS dapat semakin digencarkan. Supaya pembalap sepeda peserta TDS lebih banyak lagi berdatangan dari berbagai negara.

Sapta bercita-cita TDS bisa sebanding dengan ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia Tour de France.

"Tour de France bisa bagus karena sudah 100 tahun lebih. TDS baru yang ke sebelas, tapi sudah jadi ajang balapan bergengsi dunia," ucap Sapta.

Hari ini, Ahad (10/11) jadi etape terakhir TDS 2019. Pembalap asal Australia Jesse Ewart dari tim Sapura Cycling Malaysia menjadi juara umum individu di ajang balap sepeda Tour de Singkarao 2019. Jesse mencatatkan waktu total 34 jam 34 menit 2 detik. Jesse mengungguli catatan waktu rekan satu timnya Cristian Raileanu yang mencatatkan waktu total 34 jam 35 menit 45 detik. Sementara juara umum ketiga diraih Golakhour Morsamad Purseyedi dari tim Omidnia Mashaad, Iran.

Jesse baru dapat mengunci gelar juara TDS 2019 sampai harus menyelesaikan etape terakhir atau etape IX dari Pantai Carocok, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan dan finis di Danau Cimpago, Pantai Padang, Kota Padang sejauh 107,7 kilometer.

Di etape IX ini, Jesse gagal naik podium. Pembalap 25 tahun itu hanya finis di urutan 26 dengan waktu tempuh 2 jam 22 menit 44 detik. Podium utama etape IX ini dimenangkan rekan Jesse yang lainnya Muhammad Zawawi Azman dengan waktu tempuh 2 jam 44 menit 38 detik.

Zawawi disusul anggota tim Sapura Muhammad Nur Aiman dengan waktu tempuh 2 jam 44 menit 38 detik. Podium ketiga diamankan pembalap Filipina Felipe Marcelo dengan waktu 2 jam 44 menit 38 detik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA