Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Antisipasi Topan Bulbul, Bangladesh Evakuasi 300 Ribu Warga

Ahad 10 Nov 2019 05:55 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Reiny Dwinanda

Topan (ilustrasi).

Topan (ilustrasi).

Foto: NASA/EPA
Topan kuat dari Teluk Benggala memaksa Bangladesh mengevakuasi warganya.

REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA --- Pemerintah Bangladesh mengevakuasi lebih dari 300 ribu warganya ke tempat pengungsian. Hal itu dilakukan menyusul topan kuat dari Teluk Benggala yang tengah menuju negara itu.

"Masih banyak lagi yang akan dipindahkan ke pengungsian dan kami berharap bisa membawa semua orang yang rentan ke tempat yang aman,” kata Menteri Junior Manajemen Bencana, Enamur Rahman seperti dilansir Daily Sabah pada Ahad (10/11).

Bangladesh berada dalam ancaman terjangan topan Bulbul yang berjarak 280 kilometer dari barat daya pelabuhan laut terbesar kedua negara itu, yakni Mongla. Angin topan bulbul mempunyai kecepatan 150 kilometer per jam yang diperkirakan sampai ke Bangladesh malam tadi.

Ahli meteorologi Ruhul Kuddus mengatakan, daerah dataran rendah di distrik pantai dan pulau-pulau lepas pantai cenderung menghadapi gelombang badai hampir dua meter di atas gelombang normal selama berlangsungnya badai siklon yang sangat parah itu. Selama badai berlangsung, sebagian besar wilayah Bangladesh diperkirakan akan menghadapi hujan lebat bersama dengan angin hingga 120 kilometer per jam.

Rekaman televisi menunjukkan sukarelawan menggunakan pengeras suara untuk meminta penduduk pesisir beranjak ke pusat-pusat pengungsian. Polisi pun telah terjun di beberapa tempat untuk memastikan bahwa penduduk yang tidak mau pergi ke tempat perlindungan dibawa ke tempat yang aman.

Pemerintah Bangladesh memerintahkan penangguhan semua transportasi air, darat, dan operasi di pelabuhan laut sebagai bagian dari tindakan pencegahan. Operasi penerbangan di Bandara Internasional Shah Amanat di distrik Chattogram tenggara juga telah ditangguhkan untuk waktu yang tidak ditentukan.

“Operasi akan tetap ditunda dari jam empat sore waktu setempat,” jelas manajer bandara, Komandan Wing Sarwar-e-Alam. Pada april 1991, topan yang dahsyat menghancurkan Bangladesh tenggara hingga menewaskan lebih dari 100 ribu orang dan membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA