Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Penerobos Jalur Transjakarta Meninggal, Santunan Diberikan

Kamis 07 Nov 2019 23:35 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Bus Transjakarta melintas di Halte Manggarai, Jakarta.

Bus Transjakarta melintas di Halte Manggarai, Jakarta.

Foto: Republika/ Yasin Habibi
Kecelakaan yang melibatkan Transjakarta dengan pemotor terjadi pada Jumat sore.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Transportasi Indonesia akan mengawal operator bus Transjakarta untuk bertanggung jawab dan memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan di Manggarai. Dalam insiden tersebut, korban meninggal dunia.

"Transjakarta berduka cita atas insiden yang terjadi hari ini kemudian mengawal mitra operator yang bertanggung jawab, dalam hal ini Mayasari Bakti untuk memberikan santunan kepada keluarga korban," kata A Mufti, Plt Kadiv Sekper dan Humas PT Transportasi Jakarta dalam siaran pers yang diterima Antara, di Jakarta Kamis malam.

Mufti mengatakan, kecelakaan yang melibatkan Transjakarta dan pengendara sepeda motor terjadi Jumat lalu pukul 15.45 WIB di area lampu merah Manggarai arah Dukuh Atas.

Ketika itu, bus Transjakarta dengan nomor body MYS 1813 bergerak setelah halte Manggarai mengarah ke Dukuh Atas dan melaju menuju halte Pasar Rumput. Pengemudi sepeda motor dengan nomor polisi B 3110 SMK kemudian melintas dari arah kiri datangnya bus.

Pemotor tersebut diketahui memaksakan masuk dan memotong ke dalam jalur Transjakarta. Alhasil,  pengendara menabrak MCB (separator) yang mengakibatkan pengendara terpental ke jalur Transjakarta, sedangkan motor terpental ke jalur reguler.

"Peristiwa ini mengakibatkan korban meninggal dunia dan dibawa ke RS POLRI Kramatjati," kata Mufti.

Korban diketahui bernama Alif Rahmat Taufik Rochmat berusia 27 tahun. Almarhum meninggal di tempat kejadian setelah kecelakaan.

Mufti mengatakan, Transjakarta mengawal penuntasan peristiwa kecelakaan ini, seraya berupaya terus melakukan langkah-langkah untuk mengutamakan keselamatan dalam layanan operasionalnya.

"Kami juga menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian," kata Mufti.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA