Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Enam Kecamatan di Purwakarta Rawan Longsor Saat Hujan

Ahad 10 Nov 2019 08:50 WIB

Rep: ayobandung.com/ Red: ayobandung.com

Enam kecamatan di Kabupaten Purwakarta masuk katagori rawan longsor di musim hujan.

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Enam kecamatan di wilayah Kabupaten Purwakarta masuk katagori rawan bencana longsor atau pergerakan tanah saat musim hujan.

AYO BACA : Mengenal Sunda Lebih Dalam di Museum Bale Indung Rahayu Purwakarta

"Ada enam kecamatan rawan longsor yang saat musim hujan kita waspada," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pemkab Purwakarta Wahyu Wibisono, di Purwakarta, Rabu (6/11/2019).

AYO BACA : Satu Orang Meninggal Dunia Akibat Kebakaran Rumah di Purwakarta

Keenam kecamatan yang rawan bencana longsor itu adalah Sukatani, Bojong, Kiarapedes, Pondoksalam, Wanayasa, dan Maniis. "Potensi longsor atau gerakan tanah tertinggi di Kecamatan Sukatani, " katanya.

Ia mengaku telah mengambil langkah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana dengan menyiagakan personel dan peralatan. Selain itu, juga telah disiagakan posko pengendalian di sejumlah titik.

Keenam kecamatan di Purwakarta tersebut dipetakan sebagai daerah rawan longsor atau terjadi pergerakan tanah, karena berada di daerah perbukitan dan kondisi tanah yang labil.

Sementara itu hujan telah mengguyur sejumlah daerah di Purwakarta selama beberapa hari terakhir. Akibat hujan yang deras, genangan air terjadi di sekitar perkotaan, seperti di wilayah Kecamatan Purwakarta. Genangan itu terjadi akibat banyak saluran pembuang tersumbat sampah.

AYO BACA : Memasuki Musim Hujan Harga Sayuran di Purwakarta Melonjak

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA