Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Hindari Gawai, Anak Diajak Lomba Permainan Tradisional

Rabu 06 Nov 2019 15:42 WIB

Rep: Riga Iman/ Red: Indira Rezkisari

Anak-anak bermain gangsing.

Anak-anak bermain gangsing.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Gim di gawai buat anak di Sukabumi tidak mengenal ragam permainan tradisional.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Anak masa kini banyak yang sudah tidak mengenal permainan tradisional. Anak cenderung lebih mengenal mainan di gawainya.

Kondisi ini disikapi komunitas dan pemerintah dengan menggiatkan lomba permainan tradisional. Salah satunya Komunitas Riungan Kaulinan Baheula (Rubah) Kota Sukabumi dan Pemkot Sukabumi serta didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang menggelar ajang panca lomba kaulinan baheula tingkat SD dan SMP.
Kegiatan yang dilakukan di Stadion Suryakencana Kota Sukabumi mulai 6-7 Nopember 2019 ini juga didukung Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi), Ikatan Guru Olahraga (IGORA), dan STKIP Pasundan.

‘’Ajang ini menjadi momen untuk mengenalkan kembali permainan atau kaulinan tradisional kepada anak-anak,’’ ujar Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Sukabumi Cecep Mansur pada saat pembukaan lomba, Rabu (6/11). Dalam lomba ini ada lima permainan tradisional yang dipertandingkan yakni engrang, dagongan, tarik tambang, sumpit, dan tarumpah

Menurut Cecep, anak-anak sekarang ini dikhawatirkan melupakan permainan tradisonal yang sudah jarang dimainkan. Kemajuan teknologi informasi buat anak-anak lebih mudah bermain secara daring di gawainya.

Padahal lanjut Cecep, keberadaan permainan tradisional memiliki makna yang dalam dalam pergaulan atau interaksi sosial anak-anak. Selain itu mampu mendorong anak-anak untuk hidup sehat dengan berolahraga.

Wakil Ketua Komunitas Rubah Kota Sukabumi Budi Igo Suherlan mengatakan, lomba ini mendapatkan animo luar biasa dari para pelajar. Pesertanya mencapai 1.074 pelajar.

Ribuan pelajar ini berasal dari sebanyak 40 SD dan 20 SMP yang ada di Kota Sukabumi. Budi menerangkan, acara ini menjadi momen untuk kebangkitan permainan tradisional di Kota Sukabumi.

Menurut Budi, kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Kemenpora dan Pemkot Sukabumi. Selain itu dari sejumlah unsur lainnya seperti Formi dan Igora serta instansi lainnya.

Ketua Formi Kota Sukabumi Indra Gunawan menyambut positif adanya kegiatan  Panca lomba kaulinan baheula tingkat SD dan SMP. ‘’Harapannya kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin setiap tahunnya,’’ cetus dia.

Indra menuturkan, upaya mengenalkan permainan tradisional memang harus digencarkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi terutama gim daring. Sehingga anak-anak akan terus memainkan permainan tersebut.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menambahkan, pemkot mendukung penuh adanya acara permainan tradisional. Sebab permainan tradisional ini dikhawatirkan tidak dikenal oleh anak-anak pada masa kini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA