Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Bupati: Perekonomian Jayawijaya Kembali Normal

Senin 04 Nov 2019 14:16 WIB

Red: Nidia Zuraya

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kedua kiri) bersama Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab (kiri) berjabat tangan dengan Bupati Jayawijaya John Richard Banua (kanan) usai upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (14/10/2019).

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kedua kiri) bersama Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab (kiri) berjabat tangan dengan Bupati Jayawijaya John Richard Banua (kanan) usai upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (14/10/2019).

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Perekonomian di Jayawijaya sempat lumpuh pascakerusuhan beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Bupati Jayawijaya, Papua, Jhon Richard Banua, mengatakan setelah kerusuhan 23 September 2019 di Wamena, perekonomian di wilayah itu mulai normal. Bupati Jhon R Banua di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Senin (4/11), mengakui sebelumnya perekonomian sempat lumpuh total setelah kerusuhan yang menewaskan puluhan orang.

"Pelaku ekonomi sudah kembali ke Jayawijaya. Ekonomi di sini sudah hampir normal dan kita terus berupaya ini kembali pulih," katanya.

Pemerintah terus berupaya meyakinkan pelaku ekonomi agar kembali beraktivitas karena Wamena sudah aman. Mantan Wakil Bupati Jayawijaya dua periode itu memastikan pendistribusian kebutuhan ekonomi dari luar Jayawijaya berjalan normal.

"Sampai sekarang penerbangan berjalan baik, tidak ada kendala-kendala," katanya.

Jhon memastikan Pemerintah Daerah Jayawijaya juga mendorong pelaku ekonomi kecil di kampung-kampung agar lebih giat bertani serta memasarkan hasil pertanian mereka. Satu upaya nyata yang terlihat misalnya bupati dan wakil suka turun langsung ke kampung-kampung untuk memanen hasil sayur-mayur milik warga.

"Saat kunjungan, kami menyerahkan bantuan peralatan serta uang. Itu upaya kami agar petani mempertahankan ketahanan pangan lokal dan juga dijual untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA