Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Menhub Anggarkan Rp 50 Miliar Bangun Terminal Tirtonadi

Senin 04 Nov 2019 13:14 WIB

Red: Ani Nursalikah

Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah.

Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah.

Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Fasilitas terminal akan ditawarkan pada swasta.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menganggarkan Rp 50 miliar untuk pembangunan Terminal Tirtonadi Surakarta, Jawa Tengah. "Terminal Tirtonadi akan kami bangun dengan APBN, konstruksinya kami tambah pada 2020," katanya di sela kunjungan di Stasiun Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Ahad (3/11).

Ia mengatakan nantinya pemerintah juga akan menawarkan kepada swasta terkait fasilitas yang layak dikembangkan di terminal tersebut. "Apakah untuk hotel, shopping center (pusat perbelanjaan). Kami serahkan kepada swasta. Kalau terkait melibatkan UMKM nanti lewat pengembang," katanya.

Pada kunjungan tersebut Budi memastikan sejauh mana kesiapan operasional untuk kereta api (KA) Bandara yang menyambungkan Stasiun Solo Balapan-Bandara Adi Soemarmo. Berdasarkan data, total jalur kereta bandara antara Stasiun Solo Balapan-Bandara Adi Soemarmo sepanjang 13,5 Km.

Jalur kereta api tersebut dibagi ke dalam dua segmen, yaitu segmen 1 sepanjang 3,5 Km yang merupakan jalur kereta api eksisting dan segmen 2 sepanjang 10 Km merupakan jalur kereta api baru. "Ketika melakukan operasional kegiatan yang dilihat konsumen. Jangan hanya bisanya begini," katanya.

Ia mengatakan nantinya jarak tempuh Stasiun Solo Balapan menuju Stasiun Bandara Adi Soemarmo paling cepat ditempuh dalam waktu 19 menit. "Itu gambaran yang bisa dicapai. Kita masih punya waktu 2-3 bulan untuk penyelesaian. Oleh karena itu, saya minta PT Angkasa Pura I dan PT KAI Daop VI bisa memaksimalkan agar apa yang bisa dilayani memberikan yang terbaik bagi masyarakat," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA