Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Ketum PSSI Pertimbangkan Ganti Pelatih Timnas Indonesia

Sabtu 02 Nov 2019 20:23 WIB

Red: Bayu Hermawan

Bakal Calon Ketua PSSI Komjen Pol Mochamad Iriawan memberikan pandangan pada acara ngobrol bareng bang Iwan Bule bareng wartawan olahraga di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019).

Bakal Calon Ketua PSSI Komjen Pol Mochamad Iriawan memberikan pandangan pada acara ngobrol bareng bang Iwan Bule bareng wartawan olahraga di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019).

Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Ketum PSSI mempertimbangkan mengganti pelatih Timnas Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PSSI yang baru, Komjen Mochamad Iriawan mempertimbangkan untuk mengganti pelatih tim nasional Indonesia yang kini dijabat Simon McMenemy. Iriawan mengatakan, PSSI akan menampung semua usulan soal pelatih timnas Indonesia.

"Dalam satu atau dua hari ke depan kami akan menganalisa pelatih mana yang pas untuk timnas kita," ujar pria yang akrab disapa Iwan Bule itu di lokasi kongres luar biasa PSSI, Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (2/11).

Menurut Iwan, PSSI pada hakikatnya menampung semua usulan yang beredar soal pelatih timnas Indonesia, termasuk nama pelatih timnas U-23 Indonesia 2017-2018 yang berasal dari Spanyol Luis Milla. Dia bahkan menyinggung seorang pelatih yang pernah menangani skuat Korea Selatan.

"Mantan pelatih Korea itu cukup bagus. Namun saya belum bisa berbicara sekarang," tutur Iwan.

Meski demikian, pria berusia 57 tahun itu tidak menutup kemungkinan pelatih lokal juga dapat melatih timnas Indonesia. "Makanya nanti saya melihat si A ini sudah melatih berapa kali, di mana saja, bagaimana prestasinya," kata Kapolda Metro Jaya tahun 2016-2017 tersebut.

Posisi juru taktik berkewarganegaraan Skotlandia Simon McMenemy di timnas Indonesia sedang disorot. Dikontrak untuk bekerja selama dua tahun sejak awal Januari 2019, Simon belum menunjukkan performa yang bagus pada skuat berjuluk Garuda.

Dari 12 pertandingan bersama timnas yang dilaluinya sejak dikontrak Januari 2019, skuat Garuda kalah lima kali, seri satu kali dan menang enam kali. Sekilas torehan kemenangan itu terlihat bagus. Akan tetapi, semuanya itu didapatkan dalam pertandingan menghadapi tim yang secara kualitas di bawah Indonesia yaitu Perth Glory, State League 2 All-Stars, Persika, Bhayangkara FC, Myanmar dan Vanuatu.

Sementara kekalahan diderita Indonesia dalam laga-laga penting yaitu pertandingan persahabatan FIFA (takluk 1-4 dari Yordania) dan empat selanjutnya terjadi di Kualifikasi Piala Dunia 2022 yaitu dari Malaysia, Thailand, Uni Emirat Arab (UAE) serta Vietnam. Selain laga kontra UAE, semua pertandingan tersebut berlangsung di Indonesia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA