Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Kemenag Tegaskan Dosen PTKI Harus Moderat

Jumat 01 Nov 2019 19:04 WIB

Red: Irwan Kelana

Suasana yudisium dalam rangka rapat pleno penetapan kelulusan sertifikasi dosen (serdos)  Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) tahun 2019.

Suasana yudisium dalam rangka rapat pleno penetapan kelulusan sertifikasi dosen (serdos) Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) tahun 2019.

Foto: Dok Kemenag
Tahun 2019 Kemenag menggelar sertifikasi dosen yang diikuti 1.502 peserta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama RI mengadakan kegiatan yudisium dalam rangka rapat pleno penetapan kelulusan sertifikasi dosen (serdos)  tahun 2019. Pada sertifikasi tahun ini terdapat 1.502 peserta, tidak lulus 5, sedangkan 1 dosen lulus dengan catatan.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Arskal Salim GP menjelaskan, masih ada dosen yang meminta bantu orang lain untuk mengisi portofolio dan menyontek atau melakukan copy-paste (copas) dalam deskripsi diri.

"Ada celah pengisian portofolio peserta serdos minta bantu orang lain, terutama mengisi pertanyaan tentang Wawasan Islam Kebangsaan (WIK). Hal ini menjadi perhatian karena instrumen  WIK digunakan agar penerima serdos tidak ada yang terpapar faham radikal,"  kata Arskal  dalam sidang kelulusan serdos di Jakarta, Kamis  (31/10) seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Seperti yang disampaikan Menag, Fachrul Razi dalam rapat pimpinan, bahwa semua program harus meminimalisir masuknya paham radikal berbasis agama dan menjaga instansi negara dari anasir-anasir kelompok tersebut.

"Apalagi dosen yang mempunyai tugas mentransformasi ilmu pengetahuan kepada mahasiswa di kampus. Tentu kita tidak ingin anak didik mendapat asupan ideologi yang bertentangan dengan negara dan melakukan tindakan melawan konstitusi, " ujar menag.

Arskal mengungkapkan, sertifikasi dosen merupakan bukti keprofesionalan seorang dosen.  "Pada tahun ini Kemenag mendapat kuota 1.500 peserta. Sedangkan tahun 2020 kuota semakin menurun yaitu hanya untuk 500 dosen," ungkapnya.

Kasubdit Ketenagaan, Syafi’i menjelaskan, tes yang diujikan dalam sertifikasi dosen meliputi wawasan Islam kebangsaan, persepsional, deskripsi diri, konsistensi persepsional-deskripsi diri, sertifikat bahasa, dan nilai gabungan PAK dengan persepsional.

“Penilaian tersebut dilakukan secara online  dengan menggunakan kriteria multi jenjang," ungkapnya di hadapan 12 Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP).

Syafi’i menambahkan, dalam kegiatan ini akan dibagikan blangko sertifikat kepada PTP sesuai dengan jumlah peserta yang dinyatakan lulus dan diisikan nama-nama mereka sesuai dengan hasil yudisium.

 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA