Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Ma'ruf Amin Nilai BPJS Kesehatan Bentuk Saling Menolong

Jumat 01 Nov 2019 18:22 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Muhammad Hafil

Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (1/11).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (1/11).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Iuran BPJS juga untuk membantu orang lain.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin angkat bicara tentang penolakan sejumlah pihak atas kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Menurut Ma'ruf, BPJS Kesehatan yang diperuntukan untuk melayani seluruh masyarakat Indonesia itu merupakan sarana tolong menolong antara sesama.

Karena itu, Ma'ruf berharap kenaikan BPJS Kesehatan tidak dilihat sebagai sesuatu yang memberatkan, tetapi sarana membantu sesama dan pemerintah dalam menolong orang yang tidak mampu.

"Karena itu anggap saja BPJS itu perpaduan bantuan pemerintah untuk menanggulangi mereka yang miskin dan tolong menolong sesama warga bangsa yang punya kelebihan," ujar Ma'ruf saat diwawancara wartawan, Jumat (1/11).

Baca Juga

Ma'ruf pun mengajak masyarakat agar memahami bahwa iuran BPJS Kesehatan itu bukanlah untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Sehingga, menurut Ma'ruf, jika masyarakat selama ini membayar iuran BPJS Kesehatan secara mandiri, namun tidak pernah menggunakan manfaat, maka dia seperti membantu orang lain.

"Andaikata dirinya tidak memerlukan, sehat terus juga untuk menolong orang lain," ujar Ma'ruf.

Meskipun BPJS Kesehatan bagian upaya pemerintah memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi Ma'ruf menilai tetap perlu kontribusi masyarakat.

Karena itulah, masyarakat yang ekonominya cukup dibebankan untuk membayar iuran BPJS Kesehatan untuk masyarakat kalangan ekonomi ke bawah.

"Artinya BPJS Kesehatan itu bentuk layanan sosial baik dari pemerintah maupun masyarakat dalam rangka tolong menolong dan saling membantu. Bahasa agamanya Taawun. Bertaawun. Itu oleh agama dianjurkan," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif tersebut.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA