Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Laba Bersih Wika Tumbuh 48,3 Persen di Kuartal III 2019

Kamis 31 Oct 2019 18:35 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Dwi Murdaningsih

Proyek tol Semarang-Demak akan melibatkan PT Perusahaan Perumahan, PT Wijaya Karya, dan PT Misi Mulia Metrical dalam proses pegerjaan proyek..

Proyek tol Semarang-Demak akan melibatkan PT Perusahaan Perumahan, PT Wijaya Karya, dan PT Misi Mulia Metrical dalam proses pegerjaan proyek..

Foto: Istimewa
Hingga September 2019, Wika mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 25,74 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Koordinator Corporate Communication PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika, Fekum Ariesbowo menyampaikan laporan keuangan Wika hingga 30 September 2019 mencatatkan laba bersih Rp 1,57 triliun di kuartal III 2019. Rasio laba bersih 8,57 persen atau tumbuh 48,31 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018.

"Hingga September 2019, perseroan telah mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 25,74 triliun," ujar Fekum dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id di Jakarta, Kamis (31/10).

Baca Juga

Fekum menyebut perolehan tersebut tumbuh 1,64 persen dikomparasikan dengan perolehan kuartal III 2018. Adapun jika ditilik dari pemberi kerja, kata Fekum, kontribusi kontak baru terbesar datang dari sektor swasta sebesar 46 persen, BUMN 40 persen, overseas 10 persen, dan pemerintah 4 persen.

"Dari perolehan kontrak baru tersebut, lini bisnis yang paling berkontribusi secara berturut-turut berdasarkan porsi terbesar yaitu infrastruktur dan gedung, energi dan industrial plant, industri, serta properti," ucap Fekum.

Pada kuartal III-2019 ini pula, lanjut Fekum, perseroan mencatatkan nilai gearing ratio, atau rasio antara utang berbunga dibandingkan dengan ekuitas sebesar 1,19x. Menurut Fekum, nilai rasio tersebut terbilang masih rendah jika dibandingkan dengan batas hutang perusahaan (covenant) pada level 2,5x.

"Hal tersebut menggambarkan bahwa kondisi keuangan Perseroan dalam kondisi sehat dan memiliki ruang yang besar untuk melakukan ekspansi bisnis ke depan," kata Fekum.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA