Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

15 Desa di Sumba Timur Krisis Air Bersih

Kamis 31 Oct 2019 20:00 WIB

Red: Ani Nursalikah

Sejumlah anak membantu orang tuanya mengumpulkan air bersih menggunakan jerigen di bak penampungan di kampung adat Prai Ijing, Desa Tebara, Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.

Sejumlah anak membantu orang tuanya mengumpulkan air bersih menggunakan jerigen di bak penampungan di kampung adat Prai Ijing, Desa Tebara, Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.

Foto: Antara/Anis Efizudin
Krisis air bersih dampak dari kemarau berkepanjangan.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Krisis air bersih akibat kemarau panjang, dilaporkan melanda 15 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur, Martina D. Jera mengakui sejumlah desa di wilayah paling Timur pulau Sumba itu dilanda krisis air bersih.

Menurut dia, kondisi yang dialami masyarakat di sejumlah desa ini dampak dari kekeringan berkepanjangan yang menyebabkan sumber-sumber mata air mengering. "Sementara ini tercatat 15 desa di tujuh kecamatan," kata Martina, Kamis (31/10).

Dia mengatakan, desa-desa yang mengalami krisis air bersih itu adalah Desa Napu, Wunga, Mbatapuhu, Desa Persiapan Matawai Pandangu. Semuanya di Kecamatan Haharu. Selan itu, Desa Tanatuku, Praihambuli, Praikarang, Makamenggit, Desa Persiapan Mbinudita di Kecamatan Nggaha Ori Angu, Desa Pambotanjara di Kecamatan Kanatang, Desa Persiapan Palindi Tanabara di Kecamatan Kota Waingapu, Desa Lukuwingir dan Ngaru Kahira di Kecamatan Kambata Mapambuhang.

Desa lain yang juga mengalami krisis air bersih adalah Desa Persiapan Padadalu di Kecamatan Kambata Mapambuhang dan Waimbidi di Kecamatan Nggoa. Dia mengatakan, semua desa yang mengalami kesulitan air mendapat pelayanan air bersih secara bergilir.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA