Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Mengintip Ruang Pamer Batan Bandung Sebagai Wisata Nuklir

Kamis 31 Oct 2019 10:15 WIB

Rep: ayobandung.com/ Red: ayobandung.com

 Ruang pamer BATAN Bandung

Ruang pamer BATAN Bandung

Sebagian ruang Batan Bandung di alih fungsi sebagai wisata edukasi nuklir

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Saat ini, sebagian ruangan di gedung Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN) Bandung Jalan Tamansari sudah mulai dibuka untuk umum. Hal tersebut ditujukkan untuk wisata edukasi bagi masyarakat agar lebih dapat mengenal fungsi dan kegunaan nuklir dalam kehidupan sehari-hari.

Dibukanya BATAN sebagai wisata edukasi tersebut ditandai oleh pengguntingan pita ruang pamer BATAN Bandung oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial dan Kepala BATAN Anhar Riza Antariksawan, Rabu (30/10). Ruang pamer tersebut adalah salah satu lokasi utama yang dapat disambangi masyarakat ketika berkunjung ke tempat ini.

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, ruang pamer tersebut memuat sejumlah produk yang dihasikan melalui proses reaksi nuklir, seperti Jamu Herbal Irradiasi, berbagai beras yang telah dimodifikasi secara genetik, kit Radiostop dan Radiofarmaka untuk kedokteran nuklir, plastik biodegradable ramah lingkungan berupa kantong belanja, pot bunga, dan sebagainya

Untuk dapat memahami kegunaan dan cara pembuatan masing-masing produk, pengunjung dapat bertanya kepada pemandu dari BATAN yang bertugas di tempat tersebut.

AYO BACA : Mengintip Ruang Pamer Batan Bandung Sebagai Wisata Nuklir

Terdapat pula area duduk-duduk yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai sembari membaca infografis soal produk yang dihasilkan lewat teknologi nuklir pada salah satu dinding ruangan pamer.

20191030-103727

Ruang pamer wisata edukasi nuklir Batan.  (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

Selain itu, di ruang tersebut juga terdapat mock-up atau bentuk rekaan duplikasi dari salah satu reaktor nuklir tertua di Indonesia, yakni reaktor Triga Mark II yang diresmikan oleh Presiden RI pertama, Soekarno, lebih dari 50 tahun lalu.

AYO BACA : Batan Bandung Dibuka untuk Wisata Edukasi Nuklir

Hingga saat ini, reaktor tersebut masih berfungsi dan wujud aslinya juga dapat dikunjungi oleh masyarakat di BATAN Bandung. Namun, ada batasan usia tertentu yang diperkenankan untuk mengunjungi ruang reaktor, yakni 18 tahun ke atas. 

"Tidak hanya ruang pameran saja, beberapa laboratorium juga dapat dikunjungi, hanya ruang reaktor ada batas usianya untuk menjaga keselamatan pengunjung," ungkap Anhar.

Dia menyebutkan, BATAN Bandung sudah dapat dikunjungi di jam kerja. Namun, dalam satu kali kunjungan, peserta dibatasi sebanyak 100 orang.

"Sekarang ini kami menerima kunjungan maksimal 100 orang (per kunjungan) dan bisa berkelompok dengan mengirim surat kunjungan kepada kami," jelasnya.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial berharap wisata edukasi nuklir ini dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Bandung. Lebih dari itu, wisata tersebut juga sekaligus dapat menjadi sarana edukasi mengenai manfaat nuklir dalam kehidupan sehari-hari.

"Bukan sekedar sebagai destinasi wisata, tapi juga sarana edukasi masyarakat bahwa nuklir tidak berbahaya, melainkan bermanfaat untuk kita," ungkapnya ketika ditemui dalam kesempatan yang sama.

AYO BACA : Pemkot Bandung Usulkan Kantor Batan Jadi Gedung Cagar Budaya

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA