Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Azyumardi: Ironi Oknum Muslim, Giat Shalat tapi Suka Korupsi

Selasa 29 Oct 2019 23:07 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Penulis Sudibyo Markus (kanan) bersama Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis Soeseno (kiri) dan Guru Besar UIN Jakarta Azyumardi Azra (kedua kanan) memberikan sambutan prolog buku karanganya yang berjudul Dunia Barat dan Islam Cahaya di Cakrawala saat diskusi buku tersebut  di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (29/10).

Penulis Sudibyo Markus (kanan) bersama Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis Soeseno (kiri) dan Guru Besar UIN Jakarta Azyumardi Azra (kedua kanan) memberikan sambutan prolog buku karanganya yang berjudul Dunia Barat dan Islam Cahaya di Cakrawala saat diskusi buku tersebut di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (29/10).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tantangan terbesar Muslim adalah menjadi Muslim sejati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Cendekiawan Muslim, Prof Azyumardi Azra, mengatakan tantangan bagi Muslim di sejumlah negara adalah hidup secara Islami dengan sejati.

Azyumardi dalam diskusi buku "Dunia Barat dan Islam: Cahaya di Cakrawala" di Jakarta, Selasa (29/10), mengatakan terdapat ironi Muslim yang justru jauh dari nilai Islami.

"Ibadah rajin tapi buang sampah sembarangan juga rajin. Ada juga yang malah korupsi. Kita rajin shalat juga rajin korupsi itu jadi tingkat Islaminya rendah," kata dia.

Baca Juga

Dia mengatakan dalam Islam mengajarkan tentang kebersihan tetapi sejumlah Muslim justru mengamalkan sebagian dan meninggalkan sebagian ajaran agama.

Mantan rektor Universitas Islam Negeri Jakarta itu mengatakan dalam Islam mengajarkan "thaharah" atau bersuci. Memang sejumlah Muslim mengamalkan cara bersuci yang benar tetapi tetap membuang sampah sembarangan.

Menurut dia, fakta itu dia sampaikan sebagai otokritik bagi Muslim agar semakin sadar tentang ajaran Islam secara menyeluruh. Kenyataan di lapangan terkait perilaku sebagian Muslim itu menjadi fenomena justru mereka tidak Islami.

Azyumardi mengatakan tidak mengherankan justru negara-negara non-Muslim justru mampu menerapkan hidup yang Islami, seperti mampu menjaga kebersihan dan tidak korupsi.

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA