Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Prostitusi Putri Pariwisata, Muncikari S Dapat 40 Persen

Selasa 29 Oct 2019 18:58 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Reiny Dwinanda

Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Frans Barung Mangera.

Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Frans Barung Mangera.

Foto: Antara
Muncikari S dapat bagian terbesar dalam prostitusi libatkan finalis Putri Pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, S memiliki peran lebih besar dibandingkan tersangka muncikari J dalam kasus prostitusi yang menyeret finalis Putri Pariwisata tahun 2016 berinisial PA. Atas peran tersebut, S mendapat bagian lebih besar, yakni 40 persen dari total uang yang dibayarkan klien PA.

Barung tidak mengungkapkan total pembayaran uang yang dibayarkan klien PA. Dia hanya mengungkapkan, bayaran yang diterima S lebih besar dari semua yang terlibat, bahkan lebih besar daripada yang diperoleh PA sebagai pelaku prostitusi.

"Penyedia jasa utama (S), sangat besar bagiannya. Bagiannya dia ini adalah 40 persen, sekitar Rp 40 juta yang penyedia jasa utama, bisa bayangkan bagaimana dia memfilter jaringan ini dengan penyedia jasa kedua (J)," ujar Barung di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (29/10).

Sementara itu, mengenai uang yang diterima PA terkait jasa layanan prostitusi, Barung membernarkan berkisar Rp 25 juta hingga Rp 30 juta. Terkait uang yang diterima muncikari J, komisinya disebut sebesar Rp 17 juta. Dalam bisnis haram itu, peran J adalah yang memfasilitasi PA dan kliennya berinisial YW.

"Yang bersangkutan (S) menerima sangat besar jauh dibanding dari padadia yang endorse, publikasikan. Sedangkan yang penyedia jasa kedua hanya menerima Rp 17 juta, saya kira besar juga, tapi lebih besar lagi muncikari pertama (S)," ujar Barung.

Ditreskrimum Polda Jawa Timur menetapkan muncikari berinisial S yang masih satu jaringan dengan muncikari J masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk kasus prostitusi menyeret PA. Polisi menyatakan akan mengambangkan kasus ini, setelah sebelumnya menetapkan muncikari J sebagai tersangka.

S diketahui merupakan pria kelahiran Toboali, Bangka Belitung, 6 Agustus 1988. Dari KTP-nya, S berstatus mahasiswa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA