Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Polisi Tunggu Waktu Tepat Tangkap Aktor Kerusuhan Wamena

Selasa 29 Oct 2019 17:05 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Mendagri Tito Karnavian (keempat kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (keempat kiri), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri), Gubernur Papua Lukas Enembe (kelima kiri) dan Bupati Jayawijaya John Richard Banua (kedua kiri) mengamati bangunan yang terbakar saat kerusuhan lalu di Kantor Bupati Jayawijaya, Wamena, Papua, Senin (28/10/2019).

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Mendagri Tito Karnavian (keempat kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (keempat kiri), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri), Gubernur Papua Lukas Enembe (kelima kiri) dan Bupati Jayawijaya John Richard Banua (kedua kiri) mengamati bangunan yang terbakar saat kerusuhan lalu di Kantor Bupati Jayawijaya, Wamena, Papua, Senin (28/10/2019).

Foto: Antara/Anyong
Polisi mengaku sudah mengantongi nama pelaku.

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Aparat Kepolisian Resor Jayawijaya, Provinsi Papua, masih menunggu waktu yang tepat untuk menangkap aktor penyebab kerusuhan parah di pusat ibu kota Jayawijaya pada 23 September 2019.

Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa (29/10), mengatakan, polisi sedang mengikuti tersangka. "Identitas pelaku sudah kami kantongi, cuma kami perlu saat yang tepat untuk lakukan penangkapan," katanya.

Polisi menargetkan satu minggu ke depan bisa menangkap aktor kerusuhan ini. Empat orang lainnya juga belum ditangkap karena kepolisian sulit mendeteksi buronan tersebut.

Polisi masih mengumpulkan barang bukti yang berkaitan agar tidak salah tangkap.
"Kita harus pastikan lagi karena kadang ada kemiripan-kemiripan, tetapi kita pastikan dahulu melalui saksi, barang bukti baru kita lakukan penangkapan," katanya.

Mantan Kapolres Lanny Jaya itu memastikan polisi tidak salah tangkap orang yang tidak terlibat kerusuhan. "Kita profesional. Kita tidak semena-mena asal tangkap.Kalau belum pasti kita tidak berani menangkap," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA