Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

DMI Berharap Pemerintah Bantu Perekonomian Jamaah Masjid

Selasa 29 Oct 2019 14:41 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

Umat Islam

Umat Islam

DMI menilai kelemahan masyarakat di bidang ekonomi jadi sumber masalah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Masjid Indonesia (DMI) berpesan kepada pemerintah agar turut serta membantu jamaah masjid mengembangkan perekonomian. Seiring pemerintah mendorong masjid agar mensyiarkan dan membangun kedamaian serta kesejukan.

Sekretaris Jenderal DMI, Imam Addaruqutni menyampaikan, pemerintah jangan hanya memberi dorongan dan larangan kepada masyarakat atau jamaah masjid. Tapi mereka dibiarkan mengalami kesulitan ekonomi.

Ia menerangkan, dorongan pemerintah terhadap terciptanya kehidupan damai di tengah masyarakat harus diimbangi dengan dukungan pemberdayaan ekonomi terhadap mereka. Sebab kelemahan masyarakat di bidang ekonomi menjadi sumber masalah dan menciptakan keresahan. 

Baca Juga

"Ada dorongan untuk (hidup damai) sementara masyarakatnya lemah, keresahan masyarakat karena ada kelemahan dalam bidang kehidupannya itu sumber dari masalah, (sumber masalah) bukan dari gagasan ajaran agamanya," kata Imam kepada Republika, Selasa (29/10). 

Mengenai bentuk dukungan pemerintah di bidang ekonomi untuk jamaah masjid. Imam mencontohkan salah satunya dengan menghadirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis masjid. Sehingga jamaah masjid dari kalangan bawah pun bisa mendapatkan KUR.

Ia juga menegaskan jangan sampai KUR hanya dapat diakses oleh orang yang paham keuangan saja. Sementara mereka yang paham keuangan rata-rata orang yang cukup perekonomiannya. 

Sementara orang yang lemah perekonomiannya tidak paham keuangan jadi tidak bisa mengakses KUR. Maka gagasan KUR berbasis masjid bisa membantu mereka yang lemah perekonomiannya mendapatkan.

"Masjid bisa memberikan penyuluhan ekonomi, tapi penyaluran (modal KUR) tetap lewat Bank Syariah, nanti Bank Syariah ada di masjid-masjid," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA