Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Lala Hanafi Unjuk Gigi di Jakarta Fashion Week 2019

Ahad 27 Oct 2019 20:52 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Lala Hanafi tampil dalam Jakarta Fashion Week 2019

Lala Hanafi tampil dalam Jakarta Fashion Week 2019

Foto: Dok istimewa
Lala Hanafi tampilkan busana Muslim terinspirasi lukisan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Desainer kondang Lala Hanafi (LH) kembali unjuk gigi dengan menampilkan koleksi terbarunya yang membuat para pengunjung pameran, terutama pecinta busana Muslim, berdecak kagum. 

Kali ini Lala Hanafi mempersembahkan koleksi busana hasil karyanya dalam event Jakarta Fashion Week yang dihelat di Senayan City sejak 20 Oktober 2019.

Dalam fashion week ini, Lala Hanafi menampilkan beragam model busana yang terinspirasi dari lukisan karya Lu Jianjun pada 1960.  Seniman yang berlatar belakang Tionghoa ini memang mempercayai bahwa simetri dapat merepresentasikan keseimbangan dan keabadian yang memberikan keharmonisan dan keindahan bagi umat manusia. 

Baca Juga

“Dalam koleksi kali ini, saya mengambil judul Duichen dari bahasa Mandarin, yang berarti simetri,” kata Lala Hanafi, dalam keterangannya, Ahad (27/10). 

Lala Hanafi meyakini keseimbangan simetris tidak selalu harus terlihat identik, tetapi dapat juga terlihat seimbang ketika setiap segmen tata letak memeiliki jumlah dan konfigurasi yang kira-kira sama.  

“Dengan menerapkan hal ini ke dalam busana, setiap look akan terlihat lebih kasual, dinamis, dan tidak monoton,” ujar desainer yang mengusung brand LH sejak 9 Desember 2018 ini.  

Lebih jauh Lala Hanafi menjelaskan, beragam koleksinya yang ditampilkan dalam ajang ini menggunakan warna-warna rustic seperti ivory, abu-abu, dan coklat.  

Dalam karya-karyanya tersebut, perpaduan elemen tradisional Tionghoa dan elemen moderen sangat kental terlihat pada kombinasi kain-kain batik Cirebon, katun, dan linen. Kombinasi itu diolah dengan teknik quilt dan bleaching.  

“Sangat cocok dengan style casual chic yang diusung dalam Duichen,” kata Lala Hanafi optimistis. Dia yakin beragam koleksinya tersebut akan mampu menarik minat beli para pecinta busana Muslim.

Apalagi siluet O, H, dan I dalam koleksinya membentuk sebuat look yang anggun dan modest dengan unsur beauty seperti wanita-wanita bangsawan misterius yang digambarkan Lu Jianjun pada lukisannya.   

Banyak kelebihan yang ditemukan pada karya-karya Lala Hanafi. Paling tidak ada tiga kelebihan pada karya Lala Hanafi yang membuat kaum Hawa makin anggun dan modis. 

Pertama, unsur syar’i pada busana hasil rancangannya tetap terjaga, tetapi masih terlihat elegan dan modern. Kedua, busana rancangannya hanya menggunakan bahan-bahan pakaian yang nyaman dan tidak membuat gerah di badan. Ketiga, produk busana yang dibuat jumlahnya terbatas untuk menjaga eksklusivitasnya. 

Seperti diketahui, brand LH didirikan pada 9 Desember 2018. LH merupakan singkatan dari nama Lala Hanafi, fashion designer yang juga pendiri brand ini. Segmen terbesar brand LH menyasar kalangan wanita usia 25-35 tahun di kota-kota besar di Indonesia.  

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA