Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Gambo Muba, Kain Jumputan yang Disulap Jadi Produk Interior

Kamis 24 Oct 2019 22:33 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Kain Gambo Muba.

Kain Gambo Muba.

Foto: ist
Gambo Muba mengusung konsep ramah lingkungan namun tetap elegan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selain untuk fashion, kain jumputan gambo muba khas Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) juga sangat potensial untuk produk interior. Corak serta warna kain gambo muba yang mengusung konsep eco-fashion diyakini mampu menghasilkan perpaduan interior elegan dan alami.

Ketua Dekranasda Muba sekaligus Penggagas Gambo Muba Thia Yufada mengatakan, dalam hal ini pihaknya telah berkolaborasi dengan desainer interior Hendro Hadinata dan Savana.

“Saya memang bercita-cita ingin membuat sesuatu yang di luar fashion, terpikirlah untuk bikin produk desain interior. Tapi karena saya bukan desainer akhirnya saya kolaborasi dengan Hendro dan Savana,” kata Thia di Jakarta Fashion Week, beberapa waktu lalu.

Thia optimistis kain jumputan gambo muba akan bisa menghasilkan perpaduan yang menawan jika dijadikan produk interior seperti sarung bantal, kain sofa dan lainnya. Dia pun berharap, kolaborasi ini bisa semakin mendongkrak eksistensi kain gambo muba di kancah nasional juga internasional. Dengan demikian perempuan dan masyarakat di Musi Banyuasin juga semakin berdaya secara ekonomi.

“Saya kan bukan desainer jadi yang saya ingin gimana caranya agar kain gambo muba tidak hanya di fashion. Dan Hendro ini dia berpikirnya sangat beyond, dia sudah bilang nanti kita bikin ini-itu yang saya pikir ini luar biasa. Makanya kolaborasi ini harus dilakukan agar gambo muba kian dikenal,” jelas dia.

Gambo Muba adalah tekstil khas metode jumputan, diwarnai dengan dicelup getah gambir yang awalnya dianggap limbah dan dibuang percuma. Menurut Thia, saat ini sudah ada lebih dari 200 pejumput dari mulanya hanya 7 pejumput. Para pejumput ini terdiri dari ibu-ibu dan anak muda.

Selain bisa memperdayakan ekonomi masyarakat, kain gambo muba juga menjawab isu internasional bahwa lebih dari 50 persen limbah kimia berasal dari limbah tekstil. Sebab gambo muba tidak menghasilkan limbah kimia namun memanfaatkan limbah getah gambir untuk pewarna alami Gambo Muba.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA