Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

Jokowi Ungkap Alasan Pilih Nadiem sebagai Mendikbud

Kamis 24 Oct 2019 18:25 WIB

Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Jokowi ingin melakukan loncatan kemajuan di sektor pendidikan dan kebudayaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengungkap alasan dirinya memilih pendiri aplikasi Gojek, Nadiem Makarim, sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ia ingin melakukan loncatan kemajuan di sektor tersebut.

"Kita diberi peluang setelah ada yang namanya teknologi, namanya aplikasi sistem yang bisa mempermudah dan bisa membuat loncatan sehingga hal-hal yang dulu dirasa tidak mungkin sekarang menjadi mungkin. Oleh sebab itu, kenapa dipilih Mas Nadiem Makarim," kata Presiden Joko Widodo dalam acara diskusi bersama wartawan kepresidenan di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (24/10) sore.

Baca Juga

Menurut Jokowi, Nadiem telah menjelaskan mengenai program-program yang ditargetkan olehnya untuk meningkatkan sektor pendidikan dan kebudayaan. Presiden berharap dengan implementasi teknologi dalam bidang tersebut, maka lompatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dapat tercapai.

"Ada terobosan besar untuk melakukan itu," kata Presiden.

Selain itu, untuk jabatan wakil menteri, Presiden mengatakan tergantung kebutuhan dari Mendikbud itu sendiri. "Kalau diperlukan akan diberi. Kalau itu memberikan dukungan agar kerja besar, sekali lagi ini kita mengelola sebuah negara yang besar, jadi kalau ada Wamennya dan kalau memang itu berikan dukungan ya tidak apa-apa kami akan beri Wamen," kata Presiden.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA