Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

BI Solo Dorong Optimalisasi Peran UMKM Sektor Pariwisata

Kamis 24 Oct 2019 18:23 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Yusuf Assidiq

 Warga melintas didekat logo Bank Indonesia.

Warga melintas didekat logo Bank Indonesia.

Foto: Republika/ Wihdan
Akselerasi pengembangan sektor pariwisata perlu menjadi prioritas.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Solo, Jawa Tengah, mendorong optimalisasi peran pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor pariwisata. Peran UMKM dinilai sangat penting dalam mendukung pariwisata.

Salah satu upayanya, BI Solo menyelenggarakan seminar UMKM bertema 'Memperkuat Perkonomian Melalui Optimalisasi Peran UMKM dalam Sektor Pariwisata' di Gedung BI Solo, Kamis (24/10). Acara tersebut menjadi sarana berbagi pengetahuan mengenai isu pengembangan UMKM terkini serta bentuk apresiasi bagi seluruh mitra yang telah bekerja sama dengan BI Solo terkait program pengembangan UMKM.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bambang Pramono, mengatakan akselerasi pengembangan sektor pariwisata perlu menjadi prioritas untuk meningkatkan penerimaan devisa. Hal itu dapat mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Karenanya, dibutuhkan keterlibatan UMKM sebagai penyedia layanan dan produk pendukung pariwisata.  "Layanan dan kualitas produk yang ditawarkan UMKM pendukung pariwisata akan sangat berpengaruh terhadap pengembangan sektor pariwisata," kata Bambang.

Seminar UMKM tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang berpengalaman di bidang pengembangan pariwisata. Di antaranya, Kepala Grup Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia Bandoe Widiarto, Guru Besar dan tenaga ahli di Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Baiquni, serta blogger Marischka Prudence.

Bandoe Widiarto menyatakan Bank Indonesia melakukan pengembangan UMKM Pariwisata secara end-to-end dalam bentuk kajian, penyusunan model bisnis, bantuan teknis, dan fasilitasi sesuai kebutuhan UMKM. "Dengan adanya pengembangan UMKM oleh Bank Indonesia, diharapkan akan ada perbaikan dari sisi produksi, manajemen, dan hilirisasi," ujarnya.

Muhammad Baiquni mengatakan, dalam konteks pengembangan pariwisata di wilayah Solo Raya perlu dilakukan pengembangan creative tourism dengan melibatkan UMKM. Sehingga bisa menjadi wadah pengembangan diri (self development) wisatawan. Dia juga menyatakan perlunya pengggiatan kredit untuk usaha bidang seni dan budaya, yakni Kusbini.

Sementara itu, Marischka Prudence mengatakan pariwisata menjadi salah satu aspek pendorong utama perkembangan suatu daerah. Namun sayangnya, pelaku pariwisata besar masih banyak berasal dari warga negara asing. "Masyarakat lokal, dalam hal ini UMKM lokal diharapkan bisa termotivasi dan berpartisipasi aktif dalam mendorong pariwisata daerahnya," kata dia.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA