Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Labu, Si Kuning yang Kaya Nutrisi

Kamis 24 Oct 2019 16:33 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nora Azizah

Labu kuning (Ilustrasi)

Labu kuning (Ilustrasi)

Foto: Flickr
Labu mengandung nutrisi yang lebih banyak dibandingkan buah dan sayuran lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang ahli gizi menjelaskan bagaimana labu memiliki banyak nutrisi. Labu kuning atau labu parang ini mengandung nutrisi yang lebih penting daripada banyak sayuran dan buah-buahan hijau lainnya.

Dilansir melalui marthastewart.com, Kamis (24/10), Associate director komunikasi nutrisi untuk International Food Information Council Foundation, Ali Webster, PhD, RD, menjelaskan, labu adalah contoh yang bagus dari makanan padat yang bernutrisi. Labu tinggi akan serat dan beberapa vitamin dan mineral sementara relatif rendah kalori.

Labu mengandung vitamin A yang sangat tinggi. Satu cangkir labu menyediakan lebih dari dua kali jumlah yang direkomendasikan untuk asupan harian.

Labu juga sumber karoten yang bagus, beberapa di antaranya dapat diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Satu cangkir labu mengandung lebih dari tujuh gram serat mentah, yang lebih dari secangkir quinoa yang dimasak.

"Ini sekitar seperempat dari apa yang direkomendasikan untuk wanita setiap hari, dan sekitar seperlima dari apa yang direkomendasikan untuk pria. Labu juga memiliki kandungan kalium yang tinggi," kata Webster.

Secara keseluruhan, secangkir labu potong dadu hanya mengandung 30 kalori, dan hampir nol lemak, kolesterol, dan natrium, menurut info nutrisi dari USDA.

Namun, nutrisi biji labu jauh berbeda. Camilan lezat ini tidak padat nutrisi seperti labu dalam bentuk aslinya, kata Webster.

Baca Juga

"Biji labu sama sekali berbeda, hampir tidak ada vitamin A atau beta-karoten di dalamnya, tetapi masih menyediakan sedikit serat dan nutrisi seperti kalium, fosfor, dan seng," katanya.

Webster merekomendasikan untuk menyajikan labu sebagai lauk, sendiri (digado), atau dalam salad. Serat labu yang larut dan tidak dapat larut dapat membantu kita merasa kenyang lebih lama, yang juga dapat berperan dalam manajemen berat badan.

"Serat sangat penting untuk menjaga saluran pencernaan yang sehat. Ini membantu menggerakkan pencernaan, (dan) memberi makan mikroba usus kita," kata Webster.

Bila tidak punya banyak waktu, Webster merekomendasikan untuk mengonsumsi labu dalam kemasan kaleng. Nutrisinya sama dengan membuat purée buatan sendiri, menghemat banyak waktu, dan jauh lebih nyaman daripada membeli labu utuh.

Namun, pastikan produk labu tidak diproses atau sarat dengan perasa buatan dan tambahan gula tambahan. Sebab, labu olahan demikian tidak punya nilai gizi seperti labu murni.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA