Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Jabar Tawarkan Proyek Senilai 59 Miliar Dolar AS

Kamis 24 Oct 2019 16:05 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Investor tertarik berinvestasi di Jawa Barat sebagai pusat manufaktur.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat menyelenggarakan CEO Ambassador Breakfast Meeting di Hotel Hilton Kota Bandung, Kamis (24/10). Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pemprov Jabar mengundang satu grup investor untuk  menawarkan 59 miliar dolar Amerika proyek infrastruktur.

Ada juga proyek 30 miliar dolar energi dan lain-lain. Bahkan, dari Inggris, siap melakukan groundbreaking untuk proyek energinya. "Ini contoh saya mempraktikkan door to door marketing jadi bukan politik jaga warung. Jabar, melakukan menjemput rezeki," ujar Emil.

Emil mengatakan, dalam kesempatan tersebut, ia pun mendengarkan curhatan, dari Korea. Salah satunya, penguasaha Korea mengeluhkan tentang kenaikan upah.

Baca Juga

RIdwan Kamil memang mengangkat Dino Pati Djalal sebagai penasehat untuk menarik investor dari luar negeri karena memiliki jaringan luar negeri yang kuat sebagai mantan Menlu.

Dalam CEO Ambassador Breakfast, Emil mempresentasikan potensi-potensi prospek dan informasi terkait investasi kepada Duta Besar (Dubes) negara sahabat untuk Indonesia dan sejumlah CEO perusahaan ternama. Para Dubes dan CEO pun dapat menggali potensi maupun tata cara berinvestasi di Tanah Pasundan dalam bentuk tanya jawab. Selain Emil, sejumlah kepala dinas ikut menjawab pertanyaan-pertanyaan para Dubes dan CEO secara komprehensif.

"Negaranya kalau CEO ada dari Singapura, Jepang, Amerika, Afrika Selatan, Thailand, dan ini akan dilakukan tahun depan. Keinginan kita setidaknya dua kali setahun atau lebih bergantung jadwal Pak Gubernur," ujar Dino.

Menurutnya, perusahaan dalam dan luar negeri dari Asia, Eropa, Amerika tadi hadir mendengarkan gubernur menawarkan sejumlah proyek dan memberikan masukan. Menurut Dino, investor asing tertarik menanamkan modalnya ke Jabar karena 60 persen manufaktur ada di Jabar sehingga dari sisi produktivitas luar biasa. Bahkan, pertumbuhan ekonomi di Jabar melebihi nasional.

Dino menjelaskan, investor dari luar negeri pun banyak berharap agar iklim investasi di Jabar tak terlalu birokratis, pemerintah harus menjemput bola dan memperlakukan investor sebagai mitra.

"Para investor tersebut sempat mengeluh di daerah mereka seperti sapi perahan. Padahal kunci suksesnya, biarkan mereka memperoleh untung dulu nanti kan mereka menyerap tenaga kerja dan pasti membayar pajak," paparnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA