Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Yunani Pindahkan Lebih Banyak Imigran ke Daratan

Selasa 22 Oct 2019 18:59 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ani Nursalikah

Pengungsi dan migran membawa barang bawaan mereka untuk berlayar dengan feri ke pelabuhan Piraeus di timur laut Lesbos, Yunani, Senin (30/9). Otoritas memindahkan ratusan migran yang rentan dari kamp Moria yang penuh sesak pascakebakaran dan kerusuhan.

Pengungsi dan migran membawa barang bawaan mereka untuk berlayar dengan feri ke pelabuhan Piraeus di timur laut Lesbos, Yunani, Senin (30/9). Otoritas memindahkan ratusan migran yang rentan dari kamp Moria yang penuh sesak pascakebakaran dan kerusuhan.

Foto: AP Photo/Michael Varaklas
Yunani sedang berjuang dengan pengungsi.

REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA -- Otoritas Yunani memindahkan lebih banyak pengungsi dan imigran dari kamp pulau yang penuh sesak ke daratan, Selasa (22/10). Keputusan itu diambil ketika pemerintah menghadapi lonjakan pendatang baru.

"Fokus kami terutama pada Samos karena kami ingin hal-hal di sana tenang," kata Sekretaris Kementerian Imigrasi Manos Logothetis.

Hampir 700 imigran dan pengungsi tiba di pelabuhan Elefsina dekat Athena dari pulau Samos. Sebelumnya, 120 orang tiba dari Lesbos di pelabuhan utama Yunani, Pireaus.

Yunani sedang berjuang dengan kebangkitan terbesar dalam arus pengungsi dan imigran melintasi Laut Aegea dari Turki sejak 2015, ketika lebih dari satu juta menyeberang ke Eropa, banyak dari mereka melalui Yunani. Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNCHR) menyatakan, pulau-pulau, yang paling dekat dengan Turki menerima sekitar 33.700 pengungsi dan imigran di kamp-kamp yang penuh sesak.

Pada akhir September, seorang wanita tewas dalam kebakaran di sebuah tenda di sebuah kamp di Lesbos. Sementara kebakaran di sebuah kamp yang penuh sesak di Samos memaksa ratusan orang turun ke jalan bulan ini.

Lebih dari 12 ribu orang tiba di Yunani pada September, tingkat tertinggi dalam tiga setengah tahun sejak Uni Eropa menyetujui kesepakatan dengan Turki untuk menyegel koridor Aegean ke Eropa. Athena telah mengumumkan rencana mendeportasi 10 ribu orang yang tidak memenuhi syarat untuk suaka pada akhir tahun depan.

Logothetis mengatakan, pemerintah akan membuat 300 orang lagi meninggalkan Samos pekan ini dan 2.000 orang dari semua pulau terpencil minggu depan. Yunani bertujuan untuk memindahkan hingga 20 ribu dari kepulauan pada akhir tahun. 

Atas ledakan kedatangan ini, Logothetis menyatakan, pemerintah Yunani akan mengambil tindakan keras bagi pengungsi dan imigran yang tidak memenuhi syarat untuk suaka. Sikap yang lebih keras ini muncul sejak pemerintah konservatif yang dipimpin oleh Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis berkuasa pada Juli.

Juru bicara pemerintah Stelios Petsas menyatakan, Mitsotakis mengatakan kepada rekan-rekan Uni Eropa pekan lalu, serikat pekerja harus meninjau aturan suaka dan memperingatkan para imigran ekonomi. Mereka akan dikembalikan ke Turki ketika tidak mendapatkan suaka.

"Jika mereka memberikan uang mereka kepada penyelundup yang berharap untuk secara permanen menyeberang ke Eropa, mereka hanya akan kehilangan uang itu. Bahkan jika mereka mencapai Yunani, karena mereka tidak berhak suaka, mereka akan kembali ke Turki," ujar Petsas, dikutip Channel News Asia, Selasa (22/10).

Petsas menyatakan, para pengungsi dan imigran yang tidak memenuhi syarat tidak dapat lagi datang ke Yunani. Keputusan ini, menurutnya, sesuai dengan sikap yang juga diambil pemerintahan sebelumnya yang merujuk pada pemerintahan kiri yang dipimpin mantan perdana menteri Alexis Tsipras.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA