Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Tour de Prambanan 2019 Tempuh 115 Kilometer

Senin 21 Oct 2019 18:11 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Konferensi pers Tour de Prambanan di Sleman City Hall, Senin (21/10).

Konferensi pers Tour de Prambanan di Sleman City Hall, Senin (21/10).

Foto: Wahyu Suryana.
Rencananya, lomba akan diselenggarakan pada 27 Oktober 2019 mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Ada yang berbeda dari gelaran Tour de Prambanan tahun ini. Agenda balap sepeda tahunan yang biasanya mengambil jarak tempuh 100 kilometer itu kali ini menempuh jarak 115 kilometer.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, DIY, Sudarningsih mengatakan, jarak diubah karena rutenya berbeda dari tahun lalu. Terlebih, masih ada pembangunan Underpass Kentungan di Ring Road Utara Yogyakarta.

"Jadi, rute yang biasanya 100 kilometer tahun ini jadi 115 kilometer karena tidak melalui jalan yang ada di Ring Road," kata Ning, saat konferensi pers Tour de Prambanan di Sleman City Hall, Senin (21/10).

Tahun ini, Tour de Prambanan  mengusung tema Sport and Tourism for Better Future. Tema mengadopsi tema Hari Pariwisata Dunia Tourism and Jobs: a Better Future for All, yang digelar setiap 27 September.

Ning berharap, Tour de Prambanan 115 KM 2019 menjadi ajang olah raga yang akan mampu mengusung budaya Kabupaten Sleman yang terletak di DIY. Apalagi, Sleman kaya warisan budaya dan pesona keindahan alam.

"Sangat ideal untuk menjadi salah satu tujuan destinasi sport tourism karena peserta selama gowes akan menjelajahi destinasi wisata di Sleman dan Candi Prambanan sebagai ikon utamanya," ujar Ning.

Koordinator Pelaksana Lapangan Tour de Prambanan, Feri Dwi Harnanto menuturkan, sejauh ini sudah 668 orang mendaftar. Mereka terdiri dari 163 peserta race dan 505 peserta non-race.

Tahun ini, rata-rata peserta berasal dari 80 kota yang mewakili 129 klub di Indonesia. Tour de Prambanan dibagi menjadi dua kategori non-race dan race yang turut melombakan King and Queen of Mountain.

Rencananya, lomba akan diselenggarakan pada 27 Oktober 2019 mendatang itu dibuka Bupati Sleman, Sri Purnomo. Lapangan Pagerjurang akan jadi cek poin pertama.

Khusus peserta race, mereka akan menempuh jalur sepanjang enam kilometer dengan kemiringan mencapai 950 mdpl. Menurut Feri, kemiringan tertinggi mencapai 12 persen.

Kemudian, cek poin kedua ada di Kecamatan Minggir, dan cek poin ketiga ada di Lapangan Pemda Sleman. Setelah itu, lewat Palagan dan Cangkringan, peserta-peserta akan mencapai akhir di Lapangan Siwa.

"Lomba dimulai pukul 05.45 WIB, kami memprediksi peserta terdepan pada pukul 11.30 sudah sampai finish, dan tahun ini kami tetapkan pukul 13.00 jadi batas waktu terakhir peserta untuk finish," kata Feri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA