Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Perusahaan di Purwakarta Diduga Gunakan Elpiji Bersubsidi

Kamis 17 Oct 2019 04:01 WIB

Rep: ayobandung.com/ Red: ayobandung.com

 Polres Purwakarta berhasil mengungkap dugaan kasus praktik penyalahgunaan gas elpiji berukuran 3 kilogram (Kg).

Polres Purwakarta berhasil mengungkap dugaan kasus praktik penyalahgunaan gas elpiji berukuran 3 kilogram (Kg).

Polres Purwakarta ungkap penyalahgunaan elpiji yang dilakukan perusahaan cat

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Polres Purwakarta berhasil mengungkap dugaan kasus praktik penyalahgunaan gas elpiji berukuran 3 kilogram (Kg). Gas bersubsidi diperuntukan warga tidak mampu tersebut digunakan oleh salah satu perusahaan cat berlokasi di Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta untuk memanaskan moulding yang mampet.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian mengatakan, kasus ini terungkap atas laporan dari masyarakat yang merasa curiga adanya penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi. Kemudian pihaknya mendatangi perusahaan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Setelah kami usut, ternyata gas elpiji subsidi 3 kilogram dipakai di bagian Departement Injection, untuk memanaskan moulding yang mampet. Tim masih mendalami dan apa saja barang yang disita untuk dijadikan barang bukti,” ungkap Handreas, Rabu (16/10).

Ia mengaku telah memanggil pihak perusahaan untuk dimntai keterangan. "Kami sudah memanggil Kepala Bagian Injection atas nama JM," ujar kasat.

Ada pun barang bukti yang berhasil disita berupa tabung elpiji kemasan tiga kilogram beserta satu unit alat pemantik. Pihak perusahaan dijerat dengan pasal 55 Undang-undang Migas nomor 22 tahun 2001 dengan ancaman enam tahun penjara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA