Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Satu dari 17 Paus Terdampar Dipotong Warga

Sabtu 12 Oct 2019 06:20 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Seorang petugas dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, mengukur seekor Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus) yang terdampar di pantai Teluk Betung, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa (8/10/2019).

Seorang petugas dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, mengukur seekor Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus) yang terdampar di pantai Teluk Betung, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa (8/10/2019).

Foto: Antara/Muhammad Arif Pribadi
Ada 17 ekor yang terdampar, 10 berhasil dilepasliarkan dan tujuh ekor matti.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang menyebutkan satu dari tujuh ekor paus terdampar di Sabu Raijua pada Kamis (10/10) telah dipotong-potong oleh warga untuk dikonsumsi. "Ada 17 ekor yang terdampar, 10 berhasil dilepasliarkan dan tujuh ekor mati, tetapi satu ekor dipotong-potong warga untuk dikonsumsi," kata Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji di Kupang, Jumat (11/10).

Hal itu disampaikannya berkaitan dengan hasil pemantauan tim BKKPN Kupang terhadap belasan ekor paus terdampar di pesisir pantai Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Pulau Sabu, pada Kamis (10/10). Ia mengatakan berdasarkan laporan warga sekitar, warga yang memotong paus tersebut, meninggalkan tulang yang berserakan di mana-mana.

"Pemotogan daging paus yang sudah mati, apalagi yang masih hidup itu dilarang oleh undang-undang, oleh karena itu siapapun yang memotong paus sudah pasti melanggar hukum," tutur dia.

Baca Juga

Ikram mengatakan bahwa setelah diketahui bahwa ada yang memotong bangkai paus terdampar untuk dikonsumsi, beberapa warga sekitar dan kepolisian mengimbau warga agar tak melakukan hal tersebut lagi. Tujuh paus terdampar yang mati tersebut, kata dia, setelah ditelusuri akibat adanya luka akibat tergores oleh batu karang.

Selain itu ada paus yang trauma dan stres karena adanya kesalahan saat warga berusaha mengembalikan belasan paus itu ke laut lepas. Belasan paus terdampar itu, kata Ikram, diduga karena mencari makan sampai ke pesisir saat air laut pasang. Saat air laut surut ikan-ikan itu tak bisa lagi kembali ke tengah laut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA