Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

DKPP Cianjur Berikan Vaksin Rabies untuk 2.759 Hewan

Sabtu 12 Oct 2019 04:35 WIB

Rep: ayobandung.com/ Red: ayobandung.com

Pemilik hewan peliharaan melakukan vaksinasi rabies di kantor Dinas  Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Jumat (13/9).

Pemilik hewan peliharaan melakukan vaksinasi rabies di kantor Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Jumat (13/9).

Foto: dok. Istimewa
Sepanjang 2019 DKPP Cianjur telah berikan vaksin rabies untuk 155 anjing liar

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM--Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan (DKPP) Cianjur, Jawa Barat, sepanjang tahun 2019, telah memberikan vaksinasi pada 2.759 ekor hewan yang berpotensi mengidap rabies.

"Selama tahun ini sudah 155 ekor anjing liar yang dieliminasi untuk menghindari penyebaran rabies," kata THL Medik Veteriner Dirjen Peternakan dan kesehatan Hewan Kementrian Pertanian, Drh Frida Prawita di Cianjur, Jumat (11/10).

AYO BACA : Keluarga Korban Longsor di Cianjur Minta Bantuan

Ia menjelaskan, 2.759 ekor hewan yang sudah divaksin selama periode Januari-September terdiri dari 2.742 ekor anjing, kera dan kucing, 2 ekor berang-berang dan 15 ekor musang.

Pihaknya menargetkan 4.000 ekor hewan mendapatkan vaksinasi di sejumlah wilayah di Cianjur, vaksinasi hewan yang berpotensi rabies tersebut akan terus dilakukan karena masuk dalam program Cianjur bebas rabies.

AYO BACA : Keluarga Korban Bencana Cirawa Cianjur Akan Direlokasi

"Vaksinasi yang dilakukan tersebar di semua wilayah, paling banyak dilakukan di Cianjur selatan terutama Takokak dan beberapa kecamatan disekitarnya,"kata Frida.

Fokuskan pemberian vaksin, ungkap dia, di wilayah endemis rabies seperti di sebagian besar Kecamatan Takokak karena warga banyak memiliki hewan peliharaan seperti anjing untuk berburu.

Peran serta masyarakat untuk mewujudkan Cianjur bebas rabies cukup tinggi, terbukti dibeberapa wilayah, warga meminta petugas untuk melakukan eliminasi, terutama terhadap anjing liar.

Sedangkan kasus gigitan hewan yang terjadi selama Januari-September, belum ditemukan hewan yang memang positif rabies, sebagian besar hewan yang mengigit karena diganggu sehingga agresif.

"Dari 38 kasus gigitan hewan tidak ada yang rabies, berdasarkan hasil observasi. Hewan rabies akan mati dalam jangka beberapa hari setelah menggigit. Warga yang digigit hewan hanya mendapatkan penanganan biasa di pusat kesehatan," katanya.

AYO BACA : Konsumsi Ubi, 5 Siswa SD di Cianjur Keracunan

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA