Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Luhut: Pulau Komodo akan Menarik Seperti Wisata di Afrika

Jumat 11 Oct 2019 16:10 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah komodo berada di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Ahad (14/10).

Sejumlah komodo berada di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Ahad (14/10).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Proyek destinasi wisata eksklusif itu kini sedang menjadi konsentrasi pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ke depan Pulau Komodo akan memiliki daya tarik untuk wisata alam seperti di Afrika. Proyek destinasi wisata eksklusif itu kini sedang menjadi konsentrasi pemerintah.

"Pulau Komodo akan disulap seperti destinasi wisata di Afrika. Rencananya research centre akan dibangun di pulau tersebut," ujar Luhut di Kantornya, Jumat (11/10).

Baca Juga

Luhut menjelaskan untuk merealisasikan rencana ini pemerintah sudah mengundang beberapa investor yang tertarik untuk melakukan pengembangan di Pulau Komodo ini. Ia mengatakan nantinya tak hanya investor saja yang terlibat, namun pemerintah akan tetap punya andil dalam pengembangannya.
"Kita tinggal koordinasikan, kita lihat perusahaan yang mengelola itu. Harusnya perusahaan yang bonafide. Baik itu perusahaan luar atau dalam," ujar Luhut.

Sebagai warisan dunia, berwisata ke Pulau Komodo nantinya akan merogoh kocek yang cukup dalam. Tetapi, penerimaan tiket akan diputar kembali untuk pengelolaan taman komodo, juga untuk kesejahteraan warga sekitar.

"Itu seperti Safari di Kenya, orang datang saja bisa 3.500 dolar per malam. Ini sekaligus untuk melindungi agar warga sejahtera dan daerah sekitar kawasan," ujarnya.

Luhut pun memberi sinyal, bahwa telah ada sejumlah investor yang siap masuk ke Pulau Komodo yang berada di provinsi NTT tersebut. "Saya berharap tahun depan sudah masuk, entah itu kuartal I, kuartal II. Banyak kok yang masuk, kita belum ngomong saja," ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA