Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Skrip Perempuan Tanah Jahanam Ditulis Selama 10 Tahun

Jumat 11 Oct 2019 13:00 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah

Pemain dan kru film Perempuan Tanah Jahanam

Pemain dan kru film Perempuan Tanah Jahanam

Foto: Farah Noersativa/Republika
Film ini dinilai memiliki level teknik dan estetika yang harus dimatangkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film horor besutan Joko Anwar berjudul Perempuan Tanah Jahanam kembali mendapat pujian dari para kritikus dalam dan luar negeri. Ternyata, skrip keramat milik Joko Anwar yang sudah digarap sejak 10 tahun lalu itu

“Ini film yang sudah saya siapkan sejak 10 tahun lalu, sejak 2009 ya. Sudah selesai dan memang saya kerjakan terus, karena film ini ada level teknik dan estetika yang halus banget makanya setelah 10 tahun baru kita produksi. Ini adalah satu kerja sama luar biasa antara produser, kru, dan pemain, kita di sini bukan cuma bikin film, kita juga bikin keluarga di sini,” kata sang sutradara, Joko Anwar, saat press screening Perempuan Tanah Jahanam di Jakarta, Kamis (10/10).

Pada waktu menulis skenario, biasanya Joko hanya menulis yang bisa dia kerjakan saja. Namun, untuk film ini ia bebaskan saja dan tidak berpikir apakah bisa atau tidak ia kerjakan.

Setelah skenario jadi, ia berpikir lagi, sebagai seorang film maker kalau film ini belum matang akan tanggung. Agar kebudayaan wayang yang ditampilkan sesuai dengan kaidah dan estetika, dalam proses syuting juga disupervisi oleh Ketua Wayang Indonesia, Ki Asman Budianto.

“Jadi aku mau matang dulu baik skenario maupun saya sebagai sutradara. Kalau film ini sebenarnya bisa diambil dari dua sisi (metafora atau harfiah). Kalau mau diambil dari arti yang harfiah juga tidak apa-apa. Jadi yang mau diceritakan dari film ini adalah sesuatu yang harfiah, tapi kalau mau diartikan dari yang lain, itu adalah nilai tambah,” papar Joko lagi.

Film yang dibintangi oleh Tara Basro, Marissa Anita, Ario Bayu, Christine Hakim, Asmara Abigail, Kiki Narendra, Tengku Rifnu, Zidni Hakim, Faradina Mufti, Abdurrahman Arif, Mian Tiara, Eka Nusa Pertiwi, Aghniny Haque, Arswendy Bening Swara, Ramadhan Al Rasyid, dan Ical Tanjung ini, akan mulai tayang di bioskop pada 17 Oktober 2019 mendatang.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA