Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tokoh Balpil dan Bhinnekaz Terinspirasi Satwa Indonesia

Jumat 11 Oct 2019 11:00 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Aktor Bisma Karisma (kiri) menghidupkan tokoh bernama Binsar si Harimau Sumatra dan Olivia Jensen mengisi suara Ling Ling Si Arwana pada tayangan animasi Balpil dan Bhinnekaz.

Aktor Bisma Karisma (kiri) menghidupkan tokoh bernama Binsar si Harimau Sumatra dan Olivia Jensen mengisi suara Ling Ling Si Arwana pada tayangan animasi Balpil dan Bhinnekaz.

Foto: Shelbi Asrianti/Republika
Balpil dan Bhinnekaz diisi suara oleh Bisma Karisma dan Olivia Jensen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serial animasi karya anak bangsa Balpil dan Bhinnekaz menceritakan empat remaja yang bisa menjelma menjadi adiwira dengan kekuatan istimewa. Tokoh-tokoh tersebut terinspirasi dari satwa asli Indonesia yang hampir punah.

Project Director Balpil dan Bhinnekaz Holip Soekawan mengatakan, fauna yang ada dalam cerita antara lain harimau sumatra, arwana kalimantan barat, badak jawa, dan burung garuda. Pemilihan para satwa itu ternyata bukan tanpa alasan.

Baca Juga

"Konsep karakter dan superhero Balpil dan Bhinnekaz dibuat berdasarkan keberagaman dan hewan khas Indonesia. Membuat masyarakat bangga dengan kekayaan fauna kita, juga meningkatkan kepedulian terhadap fauna yang hampir punah," kata Holip.

Para tokoh utama yang bernama Agus, Binsar, Made, dan Ling-Ling juga merepresentasikan perbedaan etnis yang bersatu dalam persahabatan. Mereka mewakili keseimbangan aspek fisik, intelektual, sosial, dan spritual yang harus selalu ada dalam kehidupan.

Meski sarat dengan makna filosofis, kisah Balpil dan Bhinnekaz hadir dalam kemasan ringan dan menghibur. Holip mengatakan, adegan pertarungan pun dirancang heboh, tetapi tidak menampilkan kekerasan karena target penonton adalah anak-anak dan remaja.

Balpil dan Bhinnekaz merupakan kolaborasi Balpil Nusantara Indonesia, Imagine, dan Nation Pictures. Selain Holip, tim sineas lain yang terlibat dalam produksi yaitu produser eksekutif Imagine, Chetan Samtani, serta produser eksekutif Nation Pictures, Delon Tio.

Menurut Delon, industri animasi Indonesia memang masih agak ketinggalan dibandingkan industri serupa di negara tetangga. Meski demikian, dia yakin Indonesia memiliki banyak animator yang tidak kalah kompeten serta cerita khas yang dapat dikembangkan.

"Menurut kami ini format animasi paling bagus, bisa mencakup anak-anak Indonesia dari berbagai etnis dan menghadirkan sejumlah binatang khas. Bisa dibilang potensi kami menggunakan elemen Indonesia," kata Delon.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB