Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

INCRE 2019 Diskusikan 80 Makalah Agama dan Pendidikan

Selasa 08 Oct 2019 18:50 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Nashih Nashrullah

Penjaga stand merapikan buku-buku yang dipamerankan pada rangkaian acara 1st International Conference On Religion and Education (INCRE) di Bintaro, Tanggerang Selatan, Banten, Selasa (8/10).

Penjaga stand merapikan buku-buku yang dipamerankan pada rangkaian acara 1st International Conference On Religion and Education (INCRE) di Bintaro, Tanggerang Selatan, Banten, Selasa (8/10).

Foto: Republika/Prayogi
Isu aktual keagamaan terutama di ASEAN akan didiskusikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebanyak 80 makalah akan dipresentasikan hingga Kamis (10/10) di konferensi bertajuk Internasional Conference on Religion and Education (INCRE). Dalam acara yang dilaksanakan di Bintaro, Tangerang, 8-10 Oktober 2019 itu, makalah akan membahas tentang agama dan pendidikan. 

Kepala Pusat Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang dan Diklat Kemenag, Amstal Bahtiar, mengatakan, presentasi dari makalah tersebut akan menjadi produk dari konferensi internasional itu. 

Baca Juga

Menurut dia, makalah yang berasal dari enam negara dan telah diseleksi dari 123 paper itu merupakan karya dari dosen, peneliti, dan lainnya. "Topiknya ada empat sub topik. Salah satunya religius dan educational thoughts," ujar dia kepada Republika.co.id, Selasa (8/10).   

Menurut dia, topik pembahasan utama dalam presentasi tersebut akan membahas praktik pengembangan agama, khususnya di ASEAN. 

Menurut dia, untuk mendukung hal tersebut, pihaknya juga mengundang tokoh agama dan nasional dari masing-masing negara ASEAN termasuk Tunisia, mengingat bukan hanya Islam yang menjadi agama mayoritas di ASEAN. "Intinya bagaimana pendidikan agama dan keagaaman mampu menjawab tantangan kontemporer," Kata dia.  

Dia menegaskan, 80 makalah tersebut sudah pasti akan dipresentasikan tiga hari ke depan. Berdasarkan 120 peserta aktif, sebanyak 80 di antaranya menjadi undangan. Target dari kegiatan tersebut adalah, sebagai forum dan komunikasi tokoh umat beragama negara-negara ASEAN. 

Oleh sebab itu, kata dia, dengan adanya pertemuan yang akan menghasilkan gagasan agama dan pendidikan itu, diharap menjadi alternatif untuk menjawab berbagai persoalan.  

"Dan menyebarkan ide besar tentang moderasi beragama ke negara-negara ASEAN. Terutama untuk negara yang sedang mengalami konflik juga, seperti Myanmar dan wilayah lainnya," ungkap dia. 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA