Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Bank Dunia: Urbanisasi Janjikan Kehidupan Lebih Baik

Kamis 03 Oct 2019 15:30 WIB

Rep: M Nursyamsi/ Red: Friska Yolanda

Suasana pembangunan perkotaan Jakarta

Suasana pembangunan perkotaan Jakarta

Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Lebih dari tiga perempat penduduk Indonesia tinggal di perkotaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Dunia meluncurkan laporan tentang tantangan dan peluang terkait urbanisasi di Indonesia di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (3/10). Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Rodrigo Chavez, mengatakan, Indonesia dengan jumlah penduduk tertinggi keempat di dunia menjadi semakin urban.

Rodrigo menyampaikan saat ini lebih dari setengah penduduk Indonesia tinggal di wilayah di kota-kota besar dan kecil. Bank Dunia memproyeksikan pada 2045, hampir tiga perempat penduduk Indonesia tinggal di kawasan perkotaan.

Baca Juga

"Urbanisasi menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia," ujar Rodrigo.

Dia menjelaskan, kota-kota besar dunia adalah pusat kemakmuran ekonomi. Kata Rodrigo, tidak satu pun negara besar pernah mencapai status berpenghasilan tinggi tanpa adanya urbanisasi.

Meskipun urbanisasi secara umum merupakan faktor pendorong yang positif, lanjut Rodrigo, Indonesia dapat berbuat lebih banyak untuk mendapatkan manfaat lebih besar dari proses urbanisasi.

Dalam laporan Bank Dunia, untuk setiap kenaikan satu persen dalam tingkat urbanisasi, peningkatan pendapatan per kapita Indonesia tidak sebesar negara-negara di Asia Timur dan Pasifik. "Meski lebih dari setengah penduduk tinggal di wilayah perkotaan, Indonesia tetap menjadi negara berpenghasilan menengah-bawah," kata Rodrigo.

Rodrigo menambahkan, Bank Dunia mendorong Indonesia melakukan klasifikasi jenis wilayah perkotaan, mulai dari wilayah metropolitan yang berkembang pesat seperti Jakarta dan Bandung hingga kawasan metropolitan dengan skala lebih kecil seperti Lampung, Manado, hingga Ambon. Kata Rodrigo, terdapat tiga poin penting ialah ACT dalam menciptakan urbanisasi yang positif yakni dengan augment yang mengacu pada perluasan pemerataan akses ke pelayanan dasar berkualitas tinggi di semua wilayah, baik perkotaan maupun perdesaan; connect yang mengacu pada peningkatan konektivitas antarwilayah serta antar masyarakat dengan kesempatan kerja; dan, target yang diharapkan mengatasi kesenjangan antardaerah dan kelompok masyarakat.

"Kunci menerapkan ACT ialah reformasi kelembagaan terhadap tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah," ucap Rodrigo.

Duta Besar Swiss untuk Indonesia Kurt Kunz mengaku terkesan dengan laju pertumbuhan yang pesat di Jakarta dan sekitarnya. Dalam pandangannya, Kurt meyakini pengelolaan urbanisasi yang baik akan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

"Banyak manfaat yang dihasilkan dari urbanisasi bila dikelola dengan tepat. Urbanisasi bisa menjadi mesin yang baik bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup," ucap Kurt.

Kurt menilai Indonesia dapat mulai melakukan proses urbanisasi yang tepat agar mendapatkan manfaat dari hal tersebut. Kurt juga mendukung upaya pemerintah meningkatan akses masyarakat terhadap air hingga efisiensi bangunan yang lebih ramah lingkungan dan rendah biaya.

"Kami yakin laporan ini bisa memandu merealisasikan potensi perkotaan Indonesia," lanjut Kurt.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA