Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Jumlah Pengungsi Wamena yang Dievakuasi Capai 6.520 Warga

Rabu 02 Oct 2019 20:08 WIB

Red: Ratna Puspita

Ratusan penyintas kerusuhan Wamena mendarat di Lanud Abd Saleh, Malang, Rabu (2/10).

Ratusan penyintas kerusuhan Wamena mendarat di Lanud Abd Saleh, Malang, Rabu (2/10).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
TNI menyarankan agar maskapai menuju ke wilayah barat dapat membantu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jajaran Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Silas Papare menyatakan jumlah pengungsi yang dievakuasi menggunakan pesawat Hercules dari Wamena ke Jayapura mencapai 6.520 orang. Jumlah pengungsi itu setelah rusuh di wilayah tersebut belum lama ini hingga 1 Oktober 2019.

Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso mengatakan TNI menggunakan empat pesawat Hercules mengangkut pengungsi dengan total 10 sorti. Delapan sorti kembali ke Silas Papare dan dua sorti ke Merauke dan Timika.

"Sedangkan untuk Rabu ini ada pesawat yang membawa bantuan dari presiden menggunakan A1320 di mana ketika pulang juga membawa pengungsi," katanya  melalui telepon selularnya di Jayapura, Rabu (2/9).

Baca Juga

Menurut Tri, jumlah pengungsi makin bertambah, tetapi tidak ada kendala yang berarti di mana makanan relatif cukup. "Pengungsi lebih mementingkan untuk bagaimana bisa pulang ke daerahnya masing-masing," ujarnya.

Karena itu, TNI memutuskan untuk mengimbau atau menyarankan agar maskapai penerbangan (airline) yang menuju ke wilayah barat seperti Makassar, Pulau Jawa, atau Jakarta dapat membantu. Imbauan itu setelah menggelar pertemuan dengan pihak bandara.

"Jadi misalnya, kapasitas tempat duduk mencapai 120 dan penumpangnya hanya 80-100 orang maka sisanya bisa diisi oleh para pengungsi," katanya lagi.

Dia mengharapkan agar pimpinan masing-masing penerbangan di Jayapura dapat menyampaikan hal ini kepada pimpinannya di Jakarta mengenai kebijakan yang akan diambil kaitannya dengan bantuan bagi para pengungsi tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA